Berita

Prabowo Subianto dan Pramono Anung. (Foto: Instagram Pramono Anung)

Politik

Prabowo dan Pramono Anung Berebut Suara Gen Z Lewat K-Pop

KAMIS, 23 APRIL 2026 | 16:39 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengomentari lokasi konser BTS di Jakarta International Stadium (JIS) atau Gelora Bung Karno (GBK) atas desakan dari komunitas ARMY. 

Pada konteks yang sama, Presiden Prabowo Subianto lewat Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menyampaikan agar konser-konser K-pop diperbanyak.

Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia Arifki Chaniago, berpandangan bahwa kedua tokoh mulai masuk ke isu budaya populer yang dekat dengan generasi muda.


“Ini menunjukkan bahwa K-pop sudah dianggap sebagai pintu masuk untuk menjangkau pemilih muda. Bukan lagi sekadar hiburan, tapi sudah jadi bagian dari ruang sosial mereka,” ujar Arifki kepada wartawan di Jakarta, Kamis, 23 April 2026.

Menurut dia, karakter Gen Z dan milenial urban berbeda dengan pemilih generasi sebelumnya. Mereka lebih terkoneksi secara digital, aktif dalam komunitas, serta memiliki kedekatan kuat dengan budaya global seperti K-pop.

Dalam konteks itu, penyebutan BTS oleh Pramono dinilai sebagai pendekatan kultural untuk membangun kedekatan emosional dengan komunitas penggemar yang memiliki loyalitas tinggi.

“Pendekatannya lebih ke emosional, masuk ke identitas dan komunitas. Ini biasanya bakal memancing perbincangan di kalangan komunitas ARMY,” jelasnya.

Sementara itu, dorongan dari Prabowo untuk memperbanyak konser K-pop dinilai sebagai pendekatan yang melihat peluang dari sisi industri dan tingginya minat publik, termasuk fenomena “war tiket” yang kerap terjadi.

Namun, Arifki juga mengingatkan adanya konteks yang lebih luas, yakni komitmen investasi Korea Selatan di Indonesia yang mencapai Rp173 triliun. Hal ini dinilai bisa berkaitan dengan penguatan kerja sama bilateral, termasuk di sektor ekonomi kreatif.

“Pramono sedang memainkan perannya sebagai Gubernur DKI untuk merespons lokasi konser K-pop, sedangkan Prabowo ingin jumlah konsernya diperbanyak. Sebagai politisi, jelas terbaca bahwa komunitas K-Pop punya ruang strategis menjelang Pilpres 2029,” ujarnya.

Ia menambahkan, fenomena ini mencerminkan perubahan strategi komunikasi politik, di mana budaya populer semakin sering dimanfaatkan sebagai medium untuk membangun kedekatan dengan publik, khususnya di era digital.

Meski demikian, efektivitas pendekatan tersebut dinilai tetap bergantung pada konsistensi pesan dan kemampuan mengaitkannya dengan kebutuhan nyata masyarakat.

“Komunitas K-pop itu bisa saja ramai pada saat konser saja, tapi sebagai pengambil kebijakan, baik Presiden Prabowo atau Gubernur Pramono tentu perlu menghadirkan kebijakan konkret terkait industri kreatif atau dampak ekonomi dari konser-konser tersebut,” demikian Arifki.


Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya