Berita

Ilustrasi pemeriksaan kesehatan pada ibu hamil menggunakan alat deteksi dini preeklamsia berbasis Internet of Medical Things (IoMT) dan Artificial Intelligence (AI). (Foto: Dok. PLN)

Bisnis

Momen Hari Kartini, PLN Salurkan Alat Deteksi Dini Risiko Kehamilan

RABU, 22 APRIL 2026 | 21:56 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Dalam semangat Hari Kartini, PT PLN (Persero) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menyalurkan alat deteksi dini preeklamsia berbasis Internet of Medical Things (IoMT) dan Artificial Intelligence (AI) ke Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Jawa Barat. 

Inisiatif ini sebagai upaya memperkuat layanan kesehatan ibu hamil di wilayah dengan keterbatasan akses dan mendukung penurunan angka kematian ibu (AKI) di Indonesia.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan penurunan AKI secara agresif hingga mencapai 40 per 100.000 kelahiran hidup dalam lima tahun ke depan, dari 140 per 100.000 kelahiran hidup saat ini.


Salah satu penyebab utama kematian ibu adalah preeklamsia dan eklamsia yang berkontribusi sekitar 25% dari total kasus. 

“Kita tidak hanya menargetkan penurunan, tetapi penurunan yang agresif. Dari 140, dalam lima tahun ke depan kita harus bisa mencapai 40,” ujar Budi dalam Sosialisasi dan Deteksi Dini Preeklamsia di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa (21/4).

Terpisah, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan wujud komitmen PLN dalam mendukung program pemerintah sekaligus mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui program tanggung jawab sosial yang berdampak langsung dan berkelanjutan.

“Kami hadir di tengah masyarakat, salah satunya dengan mendorong peningkatan kualitas hidup, khususnya bagi ibu hamil, melalui akses terhadap layanan kesehatan yang lebih merata dan berbasis teknologi," tutur Darmawan.

Sementara itu, Direktur Utama PLN Electricity Services sekaligus Wakil Ketua Umum Srikandi PLN, Susiana Mutia, menyampaikan bahwa program ini juga selaras dengan komitmen perseroan dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 3, khususnya dalam menjamin kehidupan yang sehat dan sejahtera melalui penguatan layanan kesehatan ibu dan bayi.

Ia menambahkan, momentum Hari Kartini menjadi pengingat akan perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam mendorong kesetaraan perempuan. 

Kisah hidup Kartini yang wafat setelah melahirkan karena diduga mengalami preeklamsia turut menegaskan pentingnya menjaga kesehatan perempuan di masa kehamilan.

“Kami mendorong lahirnya generasi penerus bangsa yang sehat melalui dukungan bagi perempuan, khususnya ibu hamil,” pungkas Susiana.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya