Berita

Demo Gerakan Keadilan dan Perubahan Nusantara di depan Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Jakarta, Rabu, 22 April 2026. (Foto: Dok. Pribadi)

Nusantara

BPK Diminta Audit Pembiayaan Proyek PLTA Poso

RABU, 22 APRIL 2026 | 21:50 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Sejumlah massa yang tergabung dalam Gerakan Keadilan dan Perubahan Nusantara menggelar aksi damai di depan Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Jakarta, Rabu, 22 April 2026.

Dalam aksinya, mereka mendorong BPK melakukan audit investigatif terkait pembiayaan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Poso yang diduga melibatkan Kalla Group.

“Kami memandang dugaan kredit bermasalah dalam pembiayaan proyek PLTA, termasuk di Poso bukan sekadar persoalan teknis perbankan. Ini menyangkut dana bank milik negara yang pada hakikatnya adalah uang rakyat,” ujar koordinator aksi, Al Maun.


Ia mengakui pembiayaan oleh Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) merupakan instrumen penting dalam mendorong pembangunan nasional. Namun, menurutnya penyaluran dana dalam jumlah besar kepada korporasi tetap harus mengedepankan prinsip kehati-hatian dan transparansi.

Menurut Al Maun, minimnya keterbukaan informasi terkait struktur pembiayaan, porsi kredit, hingga kualitas pembayaran berpotensi memunculkan kecurigaan publik.

“Ketika informasi tidak terbuka, ruang kecurigaan terhadap potensi konflik kepentingan hingga moral hazard menjadi semakin lebar,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti adanya dugaan ketimpangan dalam akses pembiayaan. Korporasi besar dinilai lebih mudah memperoleh dukungan, sementara peran BUMN konstruksi dan infrastruktur disebut belum optimal.

Belajar dari pengalaman sebelumnya, lanjut Al Maun, pembiayaan dalam skala besar berisiko menjadi beban sistemik apabila terjadi gagal bayar.

“Jika itu terjadi, dampaknya bukan hanya pada korporasi, tetapi juga pada keuangan negara dan masyarakat,” tambahnya.

Selain tuntutan kepada BPK, massa juga meminta KPK dan OJK melakukan pemeriksaan independen guna memastikan tidak adanya pelanggaran dalam proses pembiayaan tersebut. Hal ini penting untuk menjaga fungsi bank BUMN sebagai instrumen negara yang berpihak pada kepentingan publik.

“Pembangunan tidak hanya diukur dari berdirinya proyek, tetapi juga dari integritas pembiayaannya,” ujar Al Maun.

Sebelumnya, Jusuf Kalla selaku pemilik Kalla Group membantah kabar yang menyebut perusahaannya memiliki kredit macet hingga Rp30 triliun. Informasi tersebut dinilai sebagai upaya mendiskreditkan dirinya.

“Perusahaan saya sudah 75 tahun. Tidak satu pun Hadji Kalla pernah kredit macet. Satu kali pun tidak pernah,” kata JK saat konferensi pers di Kebayoran Baru, Jakarta, Sabtu, 18 April 2026.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya