Berita

Menlu Sugiono (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Dunia

Menlu Pastikan Energi RI Aman Meski Kapal Tertahan di Selat Hormuz

RABU, 22 APRIL 2026 | 15:36 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono memastikan kondisi pasokan energi nasional tetap aman meski dua kapal tanker milik Pertamina belum dapat melintasi Selat Hormuz. 

“Yang perlu kita sama-sama ingat bahwa saat ini, satu, posisi energi kita relatif aman sesuai apa yang disampaikan oleh Kementerian ESDM,” ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Rabu, 22 April 2026.

Menlu menjelaskan bahwa jalur distribusi energi Indonesia tidak hanya bergantung pada Selat Hormuz, sehingga gangguan di kawasan tersebut tidak serta-merta berdampak besar terhadap kebutuhan nasional. 


Sugiono juga mengingatkan agar publik tidak melihat persoalan ini secara berlebihan dan tetap memahami proporsi kebutuhan energi nasional secara utuh. 

“Kalau misalnya disandingkan dengan kebutuhan energi kita merupakan satu kebutuhan yang relatif kecil. Jadi perbandingannya kurang lebih seperti itu. Jadi supaya kita tidak hilang gambaran. Jangan nanti kuman di seberang lautan kelihatan tapi gajah di pelupuk mata nggak kelihatan,” tegasnya.

Meski demikian, pemerintah tetap serius menangani persoalan tersebut melalui jalur diplomasi. Sugiono menegaskan bahwa pernyataannya bukan untuk mengecilkan masalah yang ada.

"Tanpa bermaksud mengecilkan permasalahan ini. Tapi saya ingin menempatkan ini dalam satu persepsi yang proporsional,” ucapnya.

Menlu menambahkan, pemerintah terus menjajaki sumber alternatif untuk menjaga ketahanan energi nasional, termasuk memperluas kerja sama dengan negara lain.

"Negara-negara lain yang dituju tentu saja kemarin Rusia, dan saya kira juga merupakan satu alternatif yang strategis ya. Kemudian juga sumber-sumber dari Amerika," kata Sugiono.

Sementara itu, dua kapal tanker Pertamina, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, masih tertahan di kawasan Teluk Persia akibat pengetatan pengawasan oleh otoritas Iran. 

Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri bersama perwakilan RI di Teheran terus melakukan langkah diplomatik guna membuka kembali akses pelayaran di jalur strategis tersebut.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Nasib Pengalihan Utang Whoosh Tak Jelas, Ini Penjelasan Wamenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 22:20

Ombudsman Soroti Masa Sanggah Data Rumah Rusak Gempa NTT Terlalu Singkat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:55

KPK Dalami Pengurusan HGB PT Bela Parahiyangan hingga ke Pusat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:36

Rafyq Pandjaitan Terpilih Ketua KWP, Ariawan Titip Pesan Ini

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:50

KBRI Singapura Tak Punya Dokumen Pendidikan Gibran

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:20

Jenderal Sigit jadi Bidak Benteng dalam Catur Pemerintahan Prabowo

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:57

Hatta Rajasa Pastikan Wantimpres Beri Nasihat Berkualitas untuk Presiden

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:44

Kapolri Berganti, Jenderal Sigit Serahkan Panji Tribrata ke Jenderal Suyudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:40

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Bersama UI, Peradi Profesional Bidik Pendidikan Advokat Lebih Berkualitas

Jumat, 02 Oktober 2026 | 18:51

Selengkapnya