Berita

Wakil Ketua Komisi I DPR dari Fraksi Partai Golkar, Dave Laksono (tengah) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 22 April 2026. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

DPR Tekankan Prinsip Politik Luar Negeri Bebas Aktif Demi Keseimbangan

RABU, 22 APRIL 2026 | 15:05 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Di tengah dinamika geopolitik global yang belakangan memanas, Indonesia diharapkan bisa memperkuat kedaulatan nasional sekaligus tetap berpegang pada prinsip politik luar negeri bebas aktif.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono, dalam diskusi Diskusi Dialektika Demokrasi bertema “Memperkuat Kedaulatan Bangsa di Era Dinamika Persaingan Global” di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 22 April 2026.

Dave menyoroti sejumlah konflik global yang hingga kini belum mereda, mulai dari perang Rusia-Ukraina hingga ketegangan terbaru di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat.


Ia menilai konflik Rusia-Ukraina yang berlangsung lebih dari tiga tahun menunjukkan adanya keterlibatan berbagai pihak di luar kedua negara tersebut. 

“Kalau hanya Rusia dan Ukraina, seharusnya konflik ini sudah selesai sejak lama. Namun faktanya, ada suplai persenjataan, teknologi, hingga personel dari berbagai negara,” ujar Dave.

Selain itu, Legislator Golkar ini juga menyinggung fenomena keterlibatan warga negara asing, termasuk dari Indonesia, yang tergiur menjadi tentara bayaran di zona konflik dengan iming-iming gaji besar, namun berujung pada risiko kehilangan nyawa.

Sementara itu, di kawasan Timur Tengah, eskalasi konflik kembali meningkat setelah adanya serangan yang menewaskan sejumlah tokoh penting di Iran. Meski demikian, Dave menilai stabilitas internal Iran relatif terjaga karena kuatnya ideologi negara tersebut.

“Pergantian kepemimpinan di Iran berlangsung cepat. Ini menunjukkan mereka tidak mengkultuskan individu, tetapi mengedepankan ideologi,” jelasnya.

Menurut Dave, kondisi global tersebut turut berdampak pada sektor ekonomi, khususnya lonjakan harga minyak dunia. Namun, ia mengapresiasi langkah pemerintah Indonesia yang dinilai mampu menjaga stabilitas harga melalui kebijakan fiskal.

“Pemerintah, termasuk Presiden Prabowo dan Menteri ESDM, mampu menahan dampak kenaikan harga minyak dengan pengelolaan APBN,” ungkap dia.

Lebih jauh, Dave mengingatkan adanya ancaman hibrida yang tidak boleh dianggap remeh. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan nasional terhadap potensi dampak lanjutan dari konflik global, termasuk di kawasan Laut China Selatan dan ketegangan antara China dan Taiwan.

Di sisi lain, ia menegaskan bahwa Indonesia harus tetap konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif di tengah tarik-menarik kepentingan global, baik dari China maupun negara-negara Barat.

“China adalah mitra dagang utama Indonesia, tetapi kita juga membutuhkan dukungan teknologi dan kerja sama dari Amerika Serikat serta Eropa. Jadi hubungan harus tetap seimbang,” ujarnya.

Dave juga menekankan pentingnya peran Indonesia di forum internasional untuk mendorong solusi damai yang konkret dan berkelanjutan, bukan sekadar menghasilkan resolusi tanpa implementasi.

“Indonesia harus terus mendorong solusi permanen bagi konflik global, sehingga tidak hanya berhenti pada wacana, tetapi benar-benar menghasilkan perdamaian,” pungkasnya.


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya