Berita

Ilustrasi/Net

Tekno

Hujan Meteor Lyrid Hiasi Langit Indonesia 23 April, Begini Cara Nontonnya

RABU, 22 APRIL 2026 | 12:41 WIB | OLEH: ANANDA GABRIEL

Kabar gembira bagi Anda para pencinta astronomi dan keindahan langit malam! Fenomena langit spektakuler berupa hujan meteor Lyrid diprediksi akan menyambangi langit Indonesia pada Kamis dini hari, 23 April.

Menariknya, keindahan alam ini dapat Anda saksikan secara langsung dengan mata telanjang, asalkan kondisi cuaca sedang cerah dan minim dari polusi cahaya.

Berdasarkan prakiraan Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), puncak hujan meteor ini terjadi pada Selasa malam hingga Rabu pagi waktu AS. Oleh karena itu, bagi pengamat di Indonesia, fenomena puncaknya akan jatuh pada malam Kamis, 23 April.


Peneliti Ahli Utama Bidang Astronomi dan Astrofisika BRIN, Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa pada periode tersebut masyarakat bisa melihat sekitar 10 hingga 20 meteor per jam yang melesat dari arah rasi Lyra di langit utara.

Waktu pengamatan paling ideal dapat dimulai pada dini hari hingga sesaat sebelum matahari terbit.

Keuntungan lainnya di tahun ini, cahaya bulan sabit yang redup tidak akan merusak pemandangan, karena bulan sudah terbenam terlebih dahulu sebelum hujan meteor mencapai titik puncaknya.

Jejak Komet Berusia Ribuan Tahun

Hujan meteor Lyrid sejatinya merupakan salah satu fenomena astronomi tertua di dunia yang catatan pengamatannya telah eksis sejak lebih dari 2.500 tahun lalu. Kilatan cahaya ini tercipta dari serpihan sisa-sisa Komet Thatcher.

Maria Valdes, peneliti dari School of the Art Institute of Chicago, memaparkan bahwa wujud Komet Thatcher sebenarnya hanya bisa dilihat dari Bumi setiap 415 tahun sekali. Namun, setiap tahunnya planet kita secara rutin melewati jalur partikel puing yang ditinggalkannya.

Saat serpihan tersebut menembus atmosfer Bumi, terjadilah gesekan panas yang membuatnya terbakar dan menghasilkan garis cahaya terang atau yang sering kita sebut sebagai bintang jatuh.

Tips Menikmati Hujan Meteor

Untuk mendapatkan pengalaman menonton terbaik, menyingkirlah sejenak dari area perkotaan yang padat akan polusi cahaya.

"Pengamatan cukup dengan mata tanpa alat. Kalau menggunakan teleskop medan pandangnya jadi sempit, sulit mengikuti arah meteor," imbau Thomas.

Anda hanya perlu membiarkan mata beradaptasi dengan kegelapan selama 15 hingga 30 menit, serta hindari menatap layar ponsel agar penglihatan malam tetap tajam.

Bawa kursi santai atau kantong tidur, bersabarlah, dan nikmati kilatan cahaya yang bergerak cepat membelah langit.

Sebagai tambahan, jika Anda kebetulan melewatkannya, jangan berkecil hati.

Setelah Lyrid, langit malam masih akan dimeriahkan oleh hujan meteor Eta Aquarids—yang berasal dari sisa-sisa Komet Halley—pada awal bulan Mei mendatang. Jangan lewatkan momen langka ini!

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Iran Ancam Gunakan Segala Cara untuk Hadapi Agresi AS

Minggu, 02 Agustus 2026 | 16:01

Serangan Israel Luluhlantakkan Gudang Obat Rumah Sakit Gaza

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:25

GP Al-Washliyah Dukung Kapolri Jadikan Semangat Hoegeng Budaya Kerja Polri

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:12

Kemensos Terbitkan Kartu Penyandang Disabilitas Virtual

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:04

PM Thailand Dijadwalkan Kunjungi Indonesia pada 3-4 Agustus

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:45

Bea Cukai Bongkar Dua Kontainer Berisi 7,8 Juta Batang Rokok Ilegal di Sulsel

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:43

BRI Peduli Bantu Peternak Sapi Perah Malang Naik Kelas Lewat Klaster Unggulan

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:33

AS Terapkan Deposit Visa untuk 50 Negara hingga Rp360 Juta

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:22

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Berawal dari Keresahan, Rabundo Tembus Pasar Nasional Berkat Pendampingan BRI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:03

Selengkapnya