Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Emas Dunia Anjlok, Tertekan Yield Obligasi dan Isu Bos Baru The Fed

RABU, 22 APRIL 2026 | 07:15 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas anjlok lebih dari 2 persen pada penutupan perdagangan Selasa 21 April 2026. 

Kejatuhan ini dipicu oleh "badai sempurna" bagi logam mulia yaitu penguatan Dolar AS dan kenaikan imbal hasil (yield) obligasi AS yang membuat emas kehilangan daya tariknya sebagai aset aman.

Reuters melaporkan, harga emas spot anjlok 2,2 persen menjadi 4.712,04 Dolar AS per ons, menyentuh level terendah dalam lebih dari sepekan. 


Sementara itu, harga emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman Juni ditutup merosot 2,3 persen ke posisi 4.719,60 Dolar AS per ons.

Selain faktor teknis, pasar emas sedang berada dalam tekanan dua sentimen besar di mana investor sedang menantikan perkembangan pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran, serta sidang konfirmasi Kevin Warsh, sebagai calon Chairman Federal Reserve.

Warsh menyerukan perombakan besar dalam strategi inflasi dan komunikasi bank sentral, hal ini membuat pelaku pasar cemas akan arah kebijakan moneter AS ke depan.

Meski tensi AS-Iran memanas dan memicu lonjakan harga minyak hingga 3 persen, emas gagal bersinar.

Tingginya harga energi justru memicu kekhawatiran inflasi jangka panjang yang berpotensi menahan suku bunga tetap tinggi, sebuah kondisi yang biasanya menekan harga emas. 

Kelesuan ini juga menular ke logam mulia lainnya, dengan perak merosot tajam 3,9 persen dan platinum turun 2,7 persen. 

Fokus pasar kini tertuju pada seberapa agresif perubahan yang akan dibawa Warsh di tubuh The Fed dan hasil akhir negosiasi nuklir di Islamabad.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya