Berita

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla di kediamannya di Jakarta Pusat. (Foto: Tangkapan layar SCTV)

Politik

JK Tak Perlu Bawa Nama Mantan Presiden dalam Kasus Ceramah UGM

RABU, 22 APRIL 2026 | 04:26 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Pemuda Katolik menanggapi pernyataan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) yang tersandung dugaan penistaan agama saat mengisi ceramah di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Diketahui, JK sudah dua kali menggelar konferensi pers atas kasus yang membelitnya, pada Sabtu 18 April 2026, dan Selasa 21 April 2026.

Ketua Bidang Hukum Pemuda Katolik sekaligus penasehat hukum pelapor, FX Sintua Widhiatmoko mengaku menghormati peran dan kontribusi Jusuf Kalla dalam upaya perdamaian di berbagai daerah di Indonesia. 


“Klarifikasi Pak JK harusnya efektif dan efisien. Tidak perlu berulang kali menggelar konferensi pers, apalagi sampai membawa atau menyeret nama tokoh-tokoh lain seperti mantan Presiden," ujar Sintua dalam keterangan resmi pada Selasa 21 April 2026.

Pelaporan terhadap JK, kata Sintua, berangkat dari dinamika yang berkembang di ruang publik, khususnya di media sosial, yang memicu beragam interpretasi dan kegaduhan.

“Laporan ini merupakan bagian dari mekanisme hukum yang sah dalam merespons kegaduhan publik,” kata Sintua.

Pemuda Katolik dan GAMKI melaporkan Jusuf Kalla  ke Polda Metro Jaya pada 12 April 2026 terkait dugaan penistaan agama. 

Laporan ini berfokus pada kutipan ceramah JK di UGM yang dianggap menyinggung ajaran Kristen terkait konflik Poso dan Ambon, khususnya pernyataan mengenai konsep "mati syahid".

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya