Berita

Kebakaran di permukiman rumah apung di Sandakan, Sabah, Malaysia (Foto: X)

Dunia

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

SELASA, 21 APRIL 2026 | 17:10 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kebakaran besar yang melanda permukiman rumah apung di Sandakan, Sabah, Malaysia, turut berdampak pada warga negara Indonesia (WNI). 

Kementerian Luar Negeri melalui KJRI Kota Kinabalu (KJRI KK) dan Direktorat Pelindungan WNI mengatakan  sebanyak 13 WNI menjadi korban dalam insiden kebakaran dahsyat tersebut.

Direktur Utama PWNI Heni Hamidah dalam keterangan tertulis, Selasa, 21 April 2026, menyatakan bahwa pemerintah Indonesia terus memantau perkembangan situasi di lapangan. 


Seluruh WNI tersebut dilaporkan dalam kondisi selamat. Mereka kini ditampung bersama korban lainnya di sejumlah lokasi pengungsian. 

“Para WNI dilaporkan dalam kondisi selamat, dan ikut ditampung bersama dengan korban terdampak lainnya di 6 titik penampungan sementara (PPS) yang tersebar di wilayah Batu Sapi, Sandakan,” terang Heni.

KJRI Kota Kinabalu, lanjutnya, akan terus berkoordinasi dengan pihak berwenang Malaysia guna memastikan perlindungan maksimal bagi para WNI terdampak. 

“KJRI KK akan terus berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk melakukan pendataan lebih lanjut serta memastikan langkah pelindungan yang diperlukan bagi WNI terdampak,” tegasnya.

Kebakaran kebakaran hebat melanda kampung terapung di wilayah pesisir Sandakan pada Minggu, 19 April 2026, dini hari waktu setempat. 

Api dengan cepat melahap sekitar 1.000 rumah di kawasan yang dikenal sebagai Kampung Bahagia, yang dihuni oleh komunitas masyarakat berpenghasilan rendah. 

Kepala Kepolisian Sandakan George Abd Rakman mengatakan insiden besar dan memilukan itu berdampak pada sekitar 9.007 warga. 

Kendala akses sempit, kondisi air laut surut, serta angin kencang memperparah situasi sehingga api sulit dipadamkan. 

Meski demikian, tidak ada laporan korban jiwa, dan pemerintah Malaysia kini memprioritaskan bantuan darurat serta penanganan para korban.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya