Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

SELASA, 21 APRIL 2026 | 07:16 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Logam dunia tertekan di tengah situasi politik yang memanas antara Amerika Serikat dan Iran. 

Harga emas dan perak merosot,  terguncang oleh ancaman balasan Iran atas pengambilalihan kapal kargo miliknya oleh Amerika Serikat.

Saat ini, investor lebih memilih memegang Dolar daripada emas setelah Iran mengancam akan membalas tindakan Amerika. 


Di pasar dunia, harga emas spot turun 0,4 persen menjadi 4.810,26 Dolar AS per ons, setelah menyentuh level terendah, seperti dilaporkan Reuters, Selasa 21 April 2026. 

Kondisi ini diperparah oleh naiknya harga minyak dan bunga obligasi Amerika. Logam mulia seperti emas biasanya kehilangan daya tarik ketika bunga investasi lain sedang naik, karena emas sendiri tidak memberikan imbal hasil bunga secara langsung.

Sementara itu, harga emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman Juni ditutup melorot 1 persen ke posisi 4.828,8 Dolar AS per ons.

Para pengamat menilai emas sedang terjepit di antara dua situasi. Di satu sisi, konflik di Timur Tengah seharusnya membuat orang mencari emas sebagai aset aman. Namun di sisi lain, konflik tersebut malah membuat harga minyak melonjak dan nilai Dolar terbang tinggi, yang akhirnya justru menekan harga emas. 

Selama harga emas belum bisa menembus level psikologis 5.000 Dolar AS, kemungkinan besar harganya masih akan sulit untuk naik tajam dalam waktu dekat.

Hharga perak spot juga merosot 1,3 persen menjadi 79,76 Dolar AS per ons. 

Platinum menyusut 1,4 persen ke posisi 2.073,28 Dolar AS, sementara paladium turun 0,2 persen menjadi 1.556 Dolar AS.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Proses Hukum Febrie Adriansyah Harus Bebas dari Intervensi Politik

Senin, 13 Juli 2026 | 06:23

Tentara Salib Eropa dalam Penjarahan Konstantinopel 1204

Senin, 13 Juli 2026 | 06:05

PT Japfa Comfeed di Cengkareng Terbakar

Senin, 13 Juli 2026 | 06:03

Timnas Inggris Tak Pernah Masuk Daftar Lawan Lionel Messi

Senin, 13 Juli 2026 | 05:32

Ivan Gunawan Harap Pemerintah Bantu Pembangunan 99 Masjid

Senin, 13 Juli 2026 | 05:23

Mengungkap Skandal Pemerasan Bu Etik

Senin, 13 Juli 2026 | 05:09

Ketahuan, Amplop Baru Dikembalikan?

Senin, 13 Juli 2026 | 05:03

MBG dan KDMP Manifestasi Nyata Pelaksanaan Pasal 33 UUD 1945

Senin, 13 Juli 2026 | 04:36

Mundurnya Febrie Adriansyah Jadi Pesan Politik Antikorupsi Pemerintahan Prabowo

Senin, 13 Juli 2026 | 04:05

Waspada! Ada Kompromi Kasus Ijazah Jokowi Disetop

Senin, 13 Juli 2026 | 04:02

Selengkapnya