Berita

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Setpres RI)

Politik

Prabowo Tak Ingin RI cuma Jadi Penonton Perubahan Besar Tatanan Dunia

SELASA, 21 APRIL 2026 | 03:06 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Keputusan memperkuat TNI dengan  membentuk 37 Komando Daerah Militer (Kodam), 15 Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral), serta delapan Pasukan Marinir (Pasmar), lahir pada momentum global yang sangat sensitif. 

Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah mengatakan, konflik Rusia-Ukraina, perang di Timur Tengah, eskalasi Laut China Selatan, rivalitas Amerika Serikat-China, hingga meningkatnya ancaman proxy war membuat Indonesia harus bersikap realistis.

Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto memahami bahwa Indonesia tidak bisa hanya menjadi penonton dalam perubahan besar tatanan dunia.


“Presiden Prabowo tahu, dunia sedang masuk fase turbulensi geopolitik. Dalam situasi seperti ini, negara yang lemah akan menjadi objek permainan kekuatan besar. Karena itu Indonesia harus memperkuat daya tangkalnya," kata Amir. 

Ia menegaskan, pembentukan Kodam baru bukan semata urusan administratif, tetapi upaya memperpendek rantai komando pertahanan agar respon terhadap ancaman menjadi lebih cepat dan efektif.

Amir menilai, penambahan Kodam sangat penting terutama untuk wilayah strategis dan rawan seperti Papua, Kalimantan perbatasan, Natuna, Sulawesi, Maluku, hingga kawasan timur Indonesia.

Menurutnya, Prabowo memahami bahwa ancaman terbesar terhadap NKRI bukan hanya serangan luar, tetapi juga potensi disintegrasi dari dalam yang sering kali dipicu oleh ketimpangan pembangunan dan lemahnya kehadiran negara.

“Kalau negara terlambat hadir, maka ruang kosong itu akan diisi oleh kelompok separatis, kepentingan asing, atau kekuatan non-negara. Kodam adalah simbol kehadiran negara," kata Amir.

Ia menambahkan bahwa stabilitas keamanan menjadi syarat utama keberhasilan agenda pembangunan nasional Prabowo, termasuk hilirisasi industri, swasembada pangan hingga ketahanan energi.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya