Berita

Kemlu RI (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Dunia

Kemlu Update Kondisi WNI di Jepang usai Gempa 7,5 Magnitudo

SELASA, 21 APRIL 2026 | 00:09 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kementerian Luar Negeri RI memastikan kondisi warga negara Indonesia (WNI) tetap aman setelah gempa berkekuatan 7,5 magnitudo mengguncang wilayah timur laut Jepang, Senin, 20 April 2026. 

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima informasi awal terkait peringatan tsunami yang dikeluarkan otoritas Jepang menyusul gempa yang terjadi di pesisir Sanriku.

Menurutnya, hingga kini belum ada laporan WNI yang terdampak langsung oleh bencana tersebut. Meski begitu, koordinasi intensif terus dilakukan dengan berbagai simpul masyarakat Indonesia di wilayah terdampak.


“Hingga saat ini, belum terdapat laporan terkait WNI yang terdampak gempa. Untuk itu, KBRI sedang dan terus lakukan komunikasi lebih lanjut dengan simpul-simpul masyarakat khususnya di Prefecture Aomori dan Iwate," ungkapnya dalam pernyataan tertulis hari ini. 

Kemlu juga mengimbau seluruh WNI di wilayah rawan untuk meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi arahan otoritas setempat, mengingat potensi gelombang tsunami masih terus dipantau.

“WNI yang berada di Prefektur Aomori, Iwate, dan Holkaido diminta untuk terus memonitor dari dekat Tsunami Warning dan melakukan upaya-upaya sesuai dengan imbauan dari Pemerintah Setempat," kaya dia. 

Dalam keadaan darurat  dapat menghubungi Hotline KBRI Tokyo melalui +81 80-3506-8612 atau +81 80-4940-7419.

Gempa berkekuatan 7,5 magnitudo terjadi pada pukul 16.52 waktu setempat dengan pusat di Samudra Pasifik pada kedalaman 10 kilometer. 

Guncangan kuat tersebut memicu peringatan tsunami dengan potensi gelombang hingga 3 meter di wilayah Prefektur Iwate, Prefektur Aomori, dan Hokkaido.

Perdana Menteri Sanae Takaichi menyatakan pemerintah telah membentuk satuan tugas darurat untuk menangani dampak gempa. 

“Kemungkinan kerusakan dan korban jiwa sedang diselidiki,” ujarnya, sembari mengimbau warga untuk segera menjauhi wilayah pesisir dan mencari tempat yang lebih aman.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Usai Raup Dana Jumbo, Danantara Diminta Transparan Soal Penyaluran Investasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:13

SLA Lampaui Target, Helita jadi Andalan Baru Layanan Digital Tangsel

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:09

Garda Bangsa: Program Pemerintah Dirasakan Masyarakat, Harus Dikawal

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:37

TVRI Jelaskan Proses, Cakupan, dan Distribusi Hak Siar FIFA hingga 2027

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:06

AMMSI: Penyesuaian Operasional MBG Perkuat Efisiensi Anggaran dan Tata Kelola Program

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:00

Ace Hasan Dorong Alumni UIN Jakarta Terus Berkontribusi untuk Bangsa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:24

Program 3 Juta Rumah Dipercepat, Pemerintah dan Danantara Bahas Meikarta hingga Inpres Baru

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:08

Tiga Besar Fortune Southeast Asia 500, Pertamina: Motivasi Perkuat Ketahanan Energi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03

Saham Intel Melesat Usai Pernyataan Trump

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:32

Polisi Ungkap Rekayasa Perampokan di Menteng, Pelaku Dendam ke Korban Sejak 2020

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05

Selengkapnya