Berita

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla. (Foto: Screenshot Youtube)

Politik

MN KAHMI Pasang Badan Membela Jusuf Kalla

SENIN, 20 APRIL 2026 | 22:38 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Polemik pernyataan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) yang dianggap menyinggung umat Kristen dinilai hanya salah paham.

Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI) menyebut pernyataan JK yang disampaikan di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) beberapa waktu lalu harus dipahami secara jernih dan utuh sesuai konteks.

"Kesalahpahaman yang muncul lebih disebabkan oleh pemaknaan yang terpotong, bukan karena adanya niat untuk menyinggung atau mendiskreditkan kelompok tertentu," kata Koordinator Presidium MN KAHMI, Abdullah Puteh, Senin, 20 April 2026. 


MN KAHMI menekankan, Indonesia dibangun di atas fondasi kebhinnekaan, di mana setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama tanpa memandang latar belakang agama.

Maka dari itu, MN KAHMI mengingatkan agar perbedaan tafsir tidak dijadikan alat untuk memicu polarisasi atau memecah belah persatuan bangsa. Ditegaskan, upaya membangun narasi konflik antarumat beragama sangat bertentangan dengan semangat persaudaraan kebangsaan yang selama ini dijaga.

"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya tokoh-tokoh agama untuk mengedepankan dialog, klarifikasi (tabayyun), dan sikap saling memahami guna menghindari kesalahpahaman yang berkepanjangan," jelasnya. 

Langkah tabayyun dinilai krusial guna menghindari kesalahpahaman yang berkepanjangan di ruang publik.

Di sisi lain, Abdullah Puteh menyinggung rekam jejak JK sebagai figur yang konsisten menjaga perdamaian dan terlibat aktif dalam penyelesaian berbagai konflik sosial-keagamaan di Indonesia.

"JK konsisten menjaga perdamaian, termasuk dalam penyelesaian konflik sosial dan keagamaan di Indonesia. Oleh karena itu, tidak tepat jika beliau dipersepsikan sebagai figur yang intoleran," tandasnya.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya