Berita

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (Foto: RMOL/Sarah Alifia)

Kesehatan

Menkes Sebut Campak Lebih Menular dari Covid, Vaksin jadi Solusi

SENIN, 20 APRIL 2026 | 18:43 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Lonjakan kasus campak mendorong pemerintah menyiapkan perluasan vaksinasi hingga ke kelompok dewasa. 

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut, tingkat penularan campak sangat tinggi. Bahkan, satu orang bisa menularkan hingga 18 orang.

“Kalau Covid dulu satu orang menulari tiga sampai empat, Omicron bisa delapan. Campak ini bisa sampai 18 orang. Rata-rata 15,” kata Budi saat rapat bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta, Senin, 20 April 2026.


Menurut dia, tingginya penularan ini menjadi ancaman serius, terutama saat terjadi celah dalam cakupan vaksinasi. Campak sendiri sebenarnya sudah lama dikenal dan memiliki vaksin yang efektif, namun lonjakan kasus kerap terjadi ketika imunisasi tidak berjalan optimal.

“Kalau ada outbreak, hampir pasti karena vaksinasinya tidak berjalan dengan baik,” ujar Budi Gunadi.

Di Indonesia, tren kenaikan kasus mulai terlihat pada akhir 2025 dan meningkat di awal tahun. Faktor mobilitas, terutama saat anak-anak kembali bersekolah, disebut menjadi pemicu utama penyebaran.

“Awal tahun biasanya naik karena anak-anak mulai sekolah. Mobilitas tinggi, penularannya cepat,” jelasnya.

Sebagai respons cepat, pemerintah menjalankan Outbreak Response Immunization (ORI) di daerah dengan kasus tinggi. Anak-anak di wilayah terdampak langsung disasar vaksinasi ulang untuk menekan penyebaran.

Hasilnya, kasus mulai menunjukkan penurunan seiring meningkatnya cakupan imunisasi.

Namun tantangan utama, menurut Menkes, bukan pada ketersediaan vaksin, melainkan kepercayaan masyarakat.

“Yang susah itu meyakinkan orang tua agar anaknya divaksinasi. Padahal ini yang melindungi mereka,” ungkap dia.

Selain anak-anak, pemerintah kini mulai memperluas cakupan vaksinasi ke tenaga kesehatan dan kelompok dewasa. Langkah ini diambil setelah ditemukan kasus tenaga medis yang terinfeksi campak.

“Karena ini penyakit sangat menular, kita minta izin agar vaksin campak juga bisa diberikan ke orang dewasa, terutama tenaga kesehatan,” tuturnya.

Selama ini, vaksin campak memang lebih difokuskan untuk anak-anak. Namun dengan adanya risiko penularan yang tinggi dan kasus pada orang dewasa, pemerintah menilai perlu ada penyesuaian kebijakan.

Meski tidak tergolong mematikan seperti Ebola atau tuberkulosis, campak tetap berisiko fatal jika menimbulkan komplikasi, seperti infeksi paru atau otak.

“Yang menyebabkan kematian itu efek sampingnya, bukan virusnya langsung,” pungkas Menkes.

Kini, pemerintah masih menyisir tenaga kesehatan untuk vaksinasi. Namun, belum ada skema tanggal untuk pelaksanaan vaksinasi tersebut.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya