Berita

Kepala BPOM Taruna Ikrar. (Foto: RMOL/Sarah Alifia)

Nusantara

Keracunan Masih Terjadi

BPOM Akui Pengawasan MBG Terkendala Anggaran

SENIN, 20 APRIL 2026 | 16:31 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Kasus keracunan dalam program makan bergizi gratis (MBG) masih ditemukan di sejumlah daerah. Sepanjang April 2026, tercatat sekitar 33 ribu angka Kejadian Luar Biasa (KLB) MBG di Indonesia.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengakui pengawasan belum optimal dan membutuhkan percepatan anggaran.

Ia menegaskan, BPOM memiliki mandat tidak hanya mengawasi, tetapi juga melakukan mitigasi terhadap insiden keamanan pangan, khususnya dalam program MBG yang menyasar anak-anak.


“Masih ada kejadian luar biasa, ini menjadi atensi besar dan perlu mitigasi,” kata Kepala BPOM Taruna Ikrar kepada wartawan di Jakarta, Senin, 20 April 2026.

Namun, pelaksanaan fungsi tersebut disebut belum berjalan maksimal karena dukungan anggaran yang belum sepenuhnya tersedia. Anggaran pengawasan yang seharusnya dikelola BPOM masih dalam proses percepatan.

“Anggaran yang seharusnya diswakelolakan ke BPOM perlu dipercepat agar kami bisa menjalankan kewenangan secara optimal,” jelasnya.

Berdasarkan data dalam rapat bersama Komisi IX DPR, tercatat anggaran BPOM tersisa Rp2,9 miliar.

BPOM menyatakan akan berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mempercepat realisasi anggaran tersebut, sehingga pengawasan dan penanganan kasus keracunan dapat ditingkatkan.

Situasi ini menunjukkan tantangan dalam implementasi program MBG, di mana pelaksanaan di lapangan dinilai berjalan lebih cepat dibanding kesiapan sistem pengawasan.

BPOM menekankan, penguatan pengawasan menjadi kunci untuk memastikan keamanan pangan bagi penerima manfaat, terutama anak-anak yang menjadi kelompok rentan dalam program tersebut.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya