Berita

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo saat menggelar konferensi pers di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Jumat 10 April 2026. (Foto: RMOL/Alifia)

Politik

Gaya Komunikasi Menteri PU Diharapkan Semakin Efektif

SENIN, 20 APRIL 2026 | 06:06 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Gaya komunikasi Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo menjadi perhatian dalam beberapa waktu terakhir.

Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio menekankan pentingnya komunikasi yang efektif dan tepat dalam birokrasi.

“Kalau komunikasi tidak tepat, bisa menimbulkan tafsir yang berbeda. Itu yang sering terjadi,” kata Agus, dikutip Senin, 20 April 2026.


Menurut Agus, penyampaian pesan yang kurang tepat berpotensi memunculkan beragam interpretasi di tengah masyarakat.

Perhatian terhadap Dody menguat setelah dalam beberapa pekan terakhir ia menyampaikan sejumlah pernyataan yang memicu diskusi publik, salah satunya terkait isu loyalitas Aparatur Sipil Negara (ASN).

Dalam pernyataannya, Dody menyinggung pentingnya keselarasan ASN dengan arah kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, serta mendorong aparatur untuk menyesuaikan diri dengan kepemimpinan yang berjalan.

Selain itu, Dody juga sempat menjadi perhatian terkait pernyataannya mengenai hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang mengungkap potensi kerugian negara dalam sejumlah proyek.

Sebagai tindak lanjut, Dody membentuk Tim Lidi Bersih untuk menelusuri dugaan penyimpangan sekaligus memperbaiki tata kelola proyek. Dalam perkembangannya, nilai potensi kerugian tersebut mengalami penyesuaian dari sekitar Rp3 triliun menjadi Rp1 triliun, hingga berada di kisaran Rp600 miliar.

Belakangan, Dody menyampaikan bahwa pemantauan teknis terhadap perkembangan tim tersebut berada pada unit terkait, dan menyarankan agar informasi lebih lanjut dapat dikonfirmasi kepada Inspektorat Jenderal.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya