Berita

Selat Malaka. (Foto: Istimewa)

Politik

Dampak Blokade Hormuz Merembet ke Selat Malaka

SENIN, 20 APRIL 2026 | 03:31 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Blokade Selat Hormuz yang dipicu oleh eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran merembet ke Asia Tenggara, khususnya di kawasan strategis Selat Malaka. 

Jalur laut yang menjadi urat nadi perdagangan global itu kini tidak hanya menjadi pusat lalu lintas energi dunia, tetapi juga berpotensi menjadi episentrum baru pertarungan geopolitik antara kekuatan besar.

Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah menilai, situasi ini merupakan ujian paling serius bagi Indonesia dalam menentukan posisi strategisnya di tengah pertarungan global yang semakin terbuka.


Menurut Amir, ketika Selat Hormuz mengalami tekanan, perhatian dunia secara otomatis bergeser ke Selat Malaka karena jalur ini menjadi penghubung utama distribusi energi dan perdagangan dari Timur Tengah menuju Asia Timur.

“Selat Malaka bukan sekadar jalur pelayaran biasa. Ini adalah titik syaraf ekonomi global," kata Amir, dikutip Senin 20 April 2026.

Menurut Amir, ketika Hormuz terganggu, Malaka menjadi pusat gravitasi baru.  Indonesia, karena posisi geografisnya, otomatis berada di tengah pusaran itu.

Ia menjelaskan, secara intelijen strategis, situasi ini tidak bisa dibaca hanya sebagai persoalan ekonomi atau keamanan maritim biasa, melainkan sebagai bagian dari kontestasi besar antara Amerika Serikat, China, dan kekuatan regional lainnya.

Kata Amir, langkah Presiden Donald Trump yang memerintahkan Angkatan Laut AS untuk mencegat kapal-kapal yang dianggap berhubungan dengan pembayaran tarif ke Iran menunjukkan bahwa Washington sedang mengubah pendekatan dari tekanan diplomatik menjadi kontrol langsung terhadap jalur laut internasional.

“Ini sangat serius. Ketika laut internasional mulai dipolitisasi secara terbuka, maka semua choke point strategis seperti Hormuz dan Malaka akan menjadi arena tekanan baru," kata Amir.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya