Berita

Pasien keracunan MBG di RSUD Getas Pendowo Grobogan. (Foto: RMOLJateng)

Nusantara

Niat Sehat Malah Celaka, Puluhan Santri Masuk UGD Setelah Makan MBG

MINGGU, 19 APRIL 2026 | 21:20 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digalakkan pemerintah kembali tercoreng. Puluhan santri dari dua pondok pesantren di Kabupaten Demak, Jawa Tengah terpaksa dilarikan ke rumah sakit setelah diduga mengalami keracunan massal usai menyantap hidangan dari program tersebut.

Dikutip dari Kantor Berita RMOLJateng, para santri berasal dari Ponpes Bustanul Quran dan Ponpes Asnawiyyah, Desa Pilang Wetan, Kecamatan Kebonagung, Demak. Sejak Minggu pagi, 19 April 2026, puluhan santri mulai memadati IGD RSUD Ki Ageng Getas Pendowo Gubug dan RS PKU Muhammadiyah Gubug, Kabupaten Grobogan.

Mereka mayoritas berusia 11-18 tahun dan mengeluhkan gejala serupa, mulai dari mual, muntah, diare, hingga nyeri perut hebat yang membuat kondisi tubuh lemas.


Data sementara menunjukkan 34 santri harus menjalani rawat inap intensif, sementara empat lainnya diizinkan rawat jalan.

Kasi Saryankes RSUD Ki Ageng Getas Pendowo Gubug, Sudaryanti mengungkapkan, para santri diduga menyantap menu MBG pada Sabtu, 18 April 2026. Namun reaksi medis yang mengarah pada keracunan baru dirasakan secara serentak pada Minggu pagi, hingga memicu evakuasi darurat.

"Dapatnya (makanan) mungkin kemarin, ini kan Minggu. Lalu baru terasa gejalanya tadi pagi terus dibawa ke RS," ujar Sudaryanti kepada wartawan.

Hingga saat ini, tim medis masih terus bersiaga mengingat jumlah santri yang mengonsumsi menu tersebut cukup banyak. Pihak rumah sakit mengantisipasi adanya kemungkinan korban susulan yang baru merasakan gejala.

"Bisa jadi akan bertambah lagi, kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut," tambahnya.

Menanggapi insiden ini, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan, dr. Djatmiko mengaku fokus pada penanganan medis para korban yang masuk ke wilayah Grobogan. Kendati demikian, untuk urusan investigasi menu makanan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada otoritas terkait.

"Pasien langsung kita tangani dengan baik. Namun untuk tindakan lainnya terkait Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), itu adalah wewenang Dinas Kesehatan Demak," pungkasnya.

Populer

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya