Berita

Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei. (Foto: Istimewa)

Hukum

Hanya 2 Jam, Penikam Ketua Golkar Nus Kei Langsung Diciduk

MINGGU, 19 APRIL 2026 | 19:31 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Hanya butuh waktu dua jam bagi aparat kepolisian untuk mengungkap tabir gelap penikaman maut yang menewaskan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, Minggu, 19 April 2026.

Aksi brutal yang terjadi di area pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun Ibra itu sempat menggegerkan warga sekitar pukul 11.25 WIT. Saat itu, korban diketahui baru saja mendarat usai menempuh perjalanan dari Jakarta.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Rositah Umasugi mengungkapkan, insiden tersebut berlangsung sangat cepat. Korban diserang secara mendadak saat hendak meninggalkan terminal bandara.


"Tiba-tiba korban ditikam oleh orang tidak dikenal menggunakan sebilah pisau. Terduga pelaku langsung melarikan diri usai kejadian," kata Kombes Rositah.

Pihak keluarga sempat melarikan Nus Kei ke RS Karel Sadsuitubun pada pukul 12.00 WIT. Namun, luka tikaman yang cukup parah membuat nyawa sang politisi beringin ini tak dapat diselamatkan.

Mendapat laporan tersebut, jajaran Polres Maluku Tenggara di bawah komando Kapolres AKBP Rian Suhendi langsung bergerak taktis. Hasilnya, dua terduga pelaku berhasil diringkus sebelum sempat kabur lebih jauh.

Keduanya diketahui berinisial HR (28) dan FU (36). Saat ini, duo terduga pelaku tersebut tengah diperiksa oleh penyidik Satreskrim Polres Malra.

"Untuk motif sementara masih dilakukan pendalaman intensif oleh penyidik," tegas Rositah.

Terkait insiden ini, Kapolda Maluku telah menginstruksikan jajarannya agar menangani perkara secara profesional, transparan, dan tuntas hingga ke akar-akarnya. Polisi juga meminta semua pihak untuk tetap berkepala dingin.

"Kami mengimbau masyarakat, khususnya keluarga besar korban dan simpatisan, untuk menahan diri dan mempercayakan penanganan kasus ini sepenuhnya kepada Polri. Jangan ada aksi balasan yang memperkeruh situasi. Saat ini Maluku Utara aman dan kondusif," pungkasnya.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya