Berita

Suasana acara peringatan 71 Tahun Konferensi Asia-Afrika di Sekolah Partai PDIP (Foto: RMOL Faisal Aristama)

Politik

Komisi I DPR: Hampir Semua Negara Barat Menanyakan Kenapa Indonesia Gabung BRICS

SABTU, 18 APRIL 2026 | 15:04 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Keputusan Indonesia bergabung ke blok ekonomi BRICS (Brasil, Rusia, India, Tiongkok, South Afrika) menuai reaksi m negara-negara barat. 

Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto mengungkapkan bahwa anggota legislator dan senator di dunia bertanya langsung ke Komisi I DPR RI perihal Indonesia merapat ke BRICS.

?"Kami kedatangan lima perwakilan parlemen negara besar. Pertama dari Riksdag Swedia, kemudian House of Representatives dan dua senator dari Amerika Serikat, dari parlemen Jerman (Bundestag), dan terakhir dari Tweede Kamer Belanda. Pertanyaannya sama, kenapa kita ke BRICS," ungkap Utut dalam seminar bertajuk “Relevansi Gerakan Asia Afrika dalam Krisis Geopolitik Saat Ini” di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta, Sabtu, 18 April 2026.


Utut mengatakan langkah Indonesia merapat ke Rusia dan China biasanya memang direspons negatif Amerika Serikat (AS) dalam kacamata geopolitik.

"Biasanya, kalau kita sudah condong ke satu kutub, dalam hal ini Rusia dan Cina, kita tidak akan diterima oleh Amerika Serikat," ungkap Legislator PDIP ini.

Dalam rangka menjaga keseimbangan diplomasi dan prinsip politik luar negeri bebas aktif, Utut mengaku telah menyarankan kepada Menlu Sugiono membentuk unit kerja khusus.

?"Saya sampaikan sebaiknya ada desk khusus di Kemlu untuk memastikan kita tidak seolah-olah menjadi satelit atau proksi mereka," katanya.

Namun begitu, Utut menyoroti kebijakan Presiden Prabowo yang mampu menjaga hubungan erat dengan Barat setelah Indonesia merapat ke blok Rusia dan China.

Ia menduga langkah Indonesia yang masuk ke berbagai poros Board of Peace (BoP) demi menjaga keseimbangan ke Barat.

"Kita masuk ke BOP. Dugaan saya, ini adalah Balance of Power," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

September 2026, Industri Kayu Tertekan Karhutla

Rabu, 30 September 2026 | 20:27

Komisaris Asuransi Tokio Marine Indonesia Dicecar KPK Soal Pencairan Komisi Fiktif Asuransi Pelni

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Prabowo Minta Efisiensi APBN Tetap Terukur demi Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Insentif Pajak Gaji Karyawan di Bawah Rp10 Juta Berlanjut Hingga 2027

Rabu, 30 September 2026 | 19:51

Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali Asian Games, BNI Apresiasi Pembinaan PBSI

Rabu, 30 September 2026 | 19:36

Pancasila, Persatuan, dan Ujian Geopolitik

Rabu, 30 September 2026 | 19:23

33,2 Juta Keluarga Akan Terima Bantuan Beras 10 Kg selama Oktober-Desember

Rabu, 30 September 2026 | 19:12

Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Rp31 Triliun di Kuartal IV 2026

Rabu, 30 September 2026 | 19:01

Dakwah Ekonomi Syarikat Islam Sejalan dengan Visi Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:34

Pengelolaan Gambut di Riau Jadi Rujukan Badan Baru Bentukan Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:28

Selengkapnya