Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Dunia

Meta Mulai PHK Massal Pekan Depan

SABTU, 18 APRIL 2026 | 13:46 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perusahaan teknologi raksasa Meta dilaporkan akan memulai gelombang pertama pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran pada 20 Mei 2026 mendatang.

Sejumlah sumber yang mengetahui rencana internal perusahaan mengatakan, dalam tahap awal, Meta diperkirakan akan memangkas sekitar 10 persen dari total tenaga kerjanya secara global, atau hampir 8.000 karyawan.

Langkah ini disebut sebagai bagian dari strategi efisiensi yang semakin didorong oleh perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Salah satu sumber menyebutkan bahwa langkah ini bukan yang terakhir. 


“Perusahaan berencana melakukan PHK tambahan pada paruh kedua tahun ini, meskipun rincian seperti waktu dan jumlahnya belum ditetapkan,” kata sumber tersebut, dikutip dari Reuters, Sabtu 18 April 2026.

Meta sendiri menolak memberikan komentar resmi terkait waktu maupun skala PHK yang direncanakan.

CEO Mark Zuckerberg diketahui tengah menggelontorkan investasi besar ke sektor AI. Ia berupaya merombak cara kerja internal perusahaan agar lebih efisien dengan bantuan teknologi, termasuk mengurangi lapisan manajemen dan meningkatkan otomatisasi tugas.

Langkah Meta ini mencerminkan tren yang lebih luas di industri teknologi. Perusahaan seperti Amazon telah memangkas sekitar 30.000 karyawan korporat dalam beberapa bulan terakhir, sementara perusahaan fintech Block juga melakukan pemangkasan besar. Dalam kedua kasus tersebut, efisiensi berbasis AI menjadi alasan utama.

Data dari Layoffs.fyi menunjukkan bahwa lebih dari 73.000 pekerja di sektor teknologi telah kehilangan pekerjaan sepanjang tahun ini. Angka tersebut menegaskan bahwa gelombang PHK masih menjadi fenomena global di industri ini.

Bagi Meta, ini akan menjadi PHK terbesar sejak restrukturisasi besar pada 2022-2023 yang disebut sebagai “tahun efisiensi”, ketika sekitar 21.000 karyawan diberhentikan. Bedanya, kali ini kondisi keuangan perusahaan relatif lebih kuat, dengan pendapatan lebih dari 200 miliar Dolar AS dan laba sekitar 60 miliar Dolar AS tahun lalu.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya