Berita

Ilustrasi Selat Hormuz (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube ABC News)

Dunia

Blokade AS di Hormuz Paksa 21 Kapal Putar Balik

SABTU, 18 APRIL 2026 | 11:12 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Meskipun Iran menyatakan Selat Hormuz telah kembali dibuka untuk pelayaran komersial, situasi di kawasan tersebut masih belum stabil. Amerika Serikat (AS) tetap memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan Iran, yang berdampak signifikan pada arus perdagangan global.

United States Central Command (CENTCOM) mengungkapkan bahwa sejak blokade diberlakukan, pasukan mereka telah memukul mundur puluhan kapal yang mencoba keluar masuk pelabuhan Iran.

"Sejak dimulainya blokade, sebanyak 21 kapal telah mematuhi arahan pasukan AS untuk berbalik dan kembali ke Iran," demikian pernyataan CENTCOM yang dikutip dari Anadolu Agency, Sabtu, 18 April 2026.


Operasi tersebut melibatkan kapal perusak rudal berpemandu USS Michael Murphy yang berpatroli di Laut Arab. Kapal ini bertugas mengawasi sekaligus menegakkan blokade terhadap lalu lintas laut yang berkaitan dengan Iran.

Blokade diumumkan pada 13 April di tengah eskalasi konflik antara AS, Israel, dan Iran yang telah berlangsung sejak akhir Februari. Dampaknya langsung terasa di Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia setiap hari. Gangguan di kawasan ini memicu lonjakan harga minyak serta peningkatan biaya pengiriman dan asuransi.

Di sisi lain, Iran menyatakan Selat Hormuz telah kembali dibuka, meskipun dengan pembatasan jalur tertentu sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata selama 10 hari di Lebanon. Pernyataan ini mencerminkan adanya upaya meredakan ketegangan, meski kondisi di lapangan masih penuh ketidakpastian.

Presiden AS, Donald Trump, menegaskan bahwa blokade tidak akan dihentikan dalam waktu dekat. Ia menyebut langkah tersebut akan tetap diberlakukan hingga kesepakatan dengan Iran benar-benar tercapai.

Dengan situasi tersebut, Selat Hormuz tetap menjadi titik panas geopolitik dunia. Pernyataan yang saling bertolak belakang antara AS dan Iran menunjukkan bahwa meskipun ada klaim pembukaan jalur, risiko gangguan terhadap perdagangan global masih sangat tinggi.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Fuad Bawazier: Kekayaan Alam Indonesia Dikuasai Segelintir Orang

Jumat, 19 Juni 2026 | 22:19

Nanik Deyang Langsung Ditelepon DPR Usai Didemo Mahasiswa

Jumat, 19 Juni 2026 | 22:08

Eks Dirjen Kuathan Emosional Bela Leonardi: Ini Perjuangan Negara

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:53

Koperasi Karyawan Forwarder, Bukan Alat Konflik tapi Jembatan Keseimbangan

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:37

Mahasiswa Bubarkan Diri Usai Bertemu Dasco Cs

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:27

Fuad Bawazier Curiga Ada Penghambat di Lingkaran Istana

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:19

IDEacraft Sulap Produk Dekorasi Rumah Menjadi Peluang Usaha Berkat Pemberdayaan BRI

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:04

DPR Langsung Telepon Bahlil Menjawab Keresahan Mahasiswa

Jumat, 19 Juni 2026 | 20:35

Jalani Tes Kesehatan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Selangkah Lagi ke Meja Hijau

Jumat, 19 Juni 2026 | 20:33

Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa Bukti Jokowi Sakti Mandraguna

Jumat, 19 Juni 2026 | 20:22

Selengkapnya