Analis komunikasi politik Hendri Satrio atau Hensat (Foto: Istimewa)
Isu perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih yang berembus kencang belakangan ini memicu berbagai spekulasi politik.
Menanggapi hal tersebut, analis komunikasi politik Hendri Satrio (Hensat) menegaskan bahwa reshuffle sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto.
"Dalam pemerintahan, presiden paham dan punya kewenangan penuh untuk menentukan siapa yang masuk dan keluar kabinet, meski begitu wajar juga rakyat ingin tahu reshuffle kabinet akan dilakukan," ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Sabtu, 18 April 2026.
Menurut Hensat, setidaknya ada tiga faktor utama yang mendasari keputusan presiden dalam merombak kabinet. Faktor subjektivitas, terkait kecocokan atau hubungan personal (like and dislike). Faktor objektivitas, berkaitan langsung dengan capaian kinerja para menteri. Serta faktor politis, pertimbangan strategis untuk menjaga soliditas internal kabinet agar tidak terganggu.
Di sisi lain, Hensat pun menekankan para pejabat menyadari pentingnya meritokrasi di dalam pemerintahan agar birokrasi bisa tercipta secara profesional.
"Buat pejabat, ini penting buat pejabat di sini, kalau emang tidak bisa di bidang itu, jangan diterima kerjaan itu, jadilah pejabat yang meritokrasi," katanya.
Hensat menyebut, terkadang para pejabat di Indonesia tidak menyadari persoalan meritokrasi ini. Banyak pejabat yang menjalankan suatu jabatan tanpa mengerti tugas dan bidang dari jabatan tersebut.
"Semisal contoh, Nadiem misalnya, kalau tidak bisa jadi menteri pendidikan ya jangan diambil (jabatannya), atau misalnya siapa lah, kalau tidak bisa jadi menteri kehutanan, jangan diambil, yang susah tuh rakyat," ujarnya.
Founder Lembaga Survei KedaiKOPI ini pun berharap kepada semua pihak agar lebih memahami perannya masing-masing agar pekerjaan serta hasilnya dapat terlihat dan sejalan.
"Setiap orang punya perannya sendiri-sendiri, saya juga punya peran sendiri, jadi harus hormati peran itu," ujarnya
Mengenai siapa-siapa saja yang akan di-reshuffle, Hensat menegaskan bahwa pihaknya bukan Presiden Prabowo Subianto yang tahu siapa dan kapan reshuffle itu akan dilakukan.
"Nama saya Hendri Satrio, bukan Prabowo Subianto, yang tahu kapan dan siapa saja yang akan di reshuffle ya hanya pak Prabowo sebagai seorang presiden," pungkasnya.
Isu perombakan kabinet kembali mencuat ke ruang publik setelah Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya memberikan tanggapan singkat namun penuh teka-teki.
Saat ditanya mengenai kemungkinan reshuffle kabinet dalam waktu dekat, Seskab tidak secara tegas membantah kabar tersebut.
Ia hanya meminta publik menunggu kepastian resmi, seraya menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto yang akan menyampaikan langsung kepada masyarakat.
“Tunggu aja. Nanti Bapak Presiden yang menceritakan,” kata Teddy dalam keterangannya di Istana Merdeka, Selasa, 7 April 2026.