Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

SABTU, 18 APRIL 2026 | 09:08 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sektor industri pengolahan di Tanah Air mengawali tahun 2026 dengan rapor positif. Data terbaru menunjukkan adanya tren penguatan aktivitas manufaktur yang didorong oleh performa apik sejumlah subsektor unggulan.

Berdasarkan laporan Bank Indonesia (BI), Prompt Manufacturing Index (PMI) pada kuartal I-2026 menyentuh angka 52,03 persen. 

Posisi ini menegaskan bahwa industri nasional masih konsisten berada di zona ekspansi (di atas ambang batas 50 persen).


Direktur Departemen Komunikasi BI, Anton Pitono, menjelaskan bahwa pencapaian ini lebih baik dibandingkan kuartal IV-2025 yang tercatat sebesar 51,86 persen. Kenaikan ini mengindikasikan geliat produksi yang semakin dinamis di awal tahun.

Beberapa bidang usaha mencatatkan pertumbuhan yang sangat signifikan.

Industri Kertas dan Percetakan menjadi pemimpin pertumbuhan dengan indeks mencapai 57,27 persen.

Industri Kulit dan Alas Kaki menunjukkan performa kuat di angka 55,83 persen.
Industri Makanan dan Minuman tetap solid dengan indeks sebesar 55,33 persen.

Gairah pada subsektor ini utamanya dipicu oleh lonjakan permintaan pasar yang dibarengi dengan peningkatan kapasitas produksi perusahaan.

Kondisi manufaktur yang prima ini didukung oleh tiga pilar Utama, yaitu volume produksi yang melimpah, ketersediaan stok barang jadi, serta aliran pesanan total yang seluruhnya berada di zona hijau. 

Pihak Bank Indonesia menilai tren ini adalah cerminan dari rasa percaya diri para pelaku usaha terhadap prospek serapan pasar, baik dari konsumen dalam negeri maupun permintaan ekspor.

Menatap periode April hingga Juni 2026, BI memprediksi tren ekspansi ini tidak akan meredup. PMI diperkirakan bakal merangkak naik ke level 52,26 persen. 

Industri furnitur diprediksi akan mengambil alih tongkat estafet pertumbuhan tertinggi, sementara sektor kulit serta makanan dan minuman akan terus menjadi penopang utama bagi stabilitas manufaktur nasional.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya