Berita

Presiden Prabowo Subianto menerima Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad di Istana Merdeka, pada Kamis 16 April 2026.(Foto: Setneg)

Politik

Amir Hamzah:

Prabowo-Dasco Bahas Potensi Gangguan Stabilitas Nasional

SABTU, 18 APRIL 2026 | 04:27 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pertemuan tertutup antara Presiden Prabowo Subianto dengan Wakil Ketua DPR dari Fraksi Gerindra Sufmi Dasco Ahmad di Istana Merdeka, Kamis 16 April 2026, bukan sebatas agenda rutin koordinasi eksekutif-legislatif. 

Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah menilai, di balik pertemuan empat mata tersebut, tersimpan pesan strategis yang mencerminkan dinamika politik nasional yang tengah bergerak cepat.

"Pertemuan Prabowo-Dasco ini harus dibaca sebagai bagian dari konsolidasi kekuasaan sekaligus upaya deteksi dini terhadap potensi gangguan stabilitas nasional," kata Amir dalam keterangannya, dikutip Sabtu 18 April 2026.


Menurut Amir, pertemuan tersebut sebagai bentuk penguatan jalur komunikasi langsung antara Presiden dan elite kunci parlemen, khususnya dari partai pengusung utama. 

Posisi Dasco yang strategis di DPR sekaligus sebagai orang dekat Prabowo menjadikannya “sensor politik” yang mampu menangkap dinamika di parlemen secara real time.

“Dalam konteks intelijen politik, pertemuan empat mata seperti ini biasanya digunakan untuk menyampaikan informasi yang tidak bisa disampaikan secara terbuka," kata Amir.

Dalam perspektif intelijen, kata Amir, Presiden membutuhkan pembacaan dari berbagai sumber, termasuk jalur legislatif, untuk memetakan potensi ancaman baik yang bersifat terbuka maupun laten.

Selain politik dan keamanan, aspek ekonomi juga menjadi fokus pembahasan. Amir menilai, hal ini menunjukkan adanya kewaspadaan pemerintah terhadap dampak eksternal pasca lawatan luar negeri Presiden.

“Di sinilah pentingnya sinkronisasi dengan DPR, terutama terkait kebijakan fiskal dan regulasi,” kata Amir.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya