Berita

Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PAN, Okta Kumala Dewi (Foto: e-Media DPR)

Politik

Apresiasi Kepatuhan TikTok, Komisi I DPR Desak YouTube dan Roblox Patuhi PP Tunas

JUMAT, 17 APRIL 2026 | 11:28 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi I DPR RI memonitor implementasi Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas) yang saat ini berjalan.

Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PAN, Okta Kumala Dewi, mencatat bahwa sejumlah platform digital mulai menunjukkan kepatuhan, seperti TikTok yang telah mengambil langkah konkret. Namun platform lain seperti YouTube dan Roblox dinilai masih belum sepenuhnya memenuhi ketentuan yang ditetapkan pemerintah.

Okta juga mengapresiasi langkah Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang secara aktif melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap kepatuhan para Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE). 


Menurutnya, upaya ini penting untuk memastikan bahwa implementasi PP Tunas berjalan efektif dan benar-benar memberikan perlindungan maksimal bagi anak-anak di ruang digital.

“Langkah Komdigi dalam mengawasi dan memastikan kepatuhan PSE patut diapresiasi. Ini menunjukkan keseriusan negara dalam menghadirkan ruang digital yang aman bagi anak-anak,” ujar Okta kepada wartawan, Jumat, 17 April 2026.

Lebih lanjut, Okta menegaskan bahwa pemerintah perlu memberikan sanksi tegas terhadap PSE yang tidak patuh terhadap regulasi. Penegakan hukum yang konsisten dinilai menjadi kunci agar seluruh platform digital memiliki komitmen yang sama dalam melindungi anak.

“Jika masih ada PSE atau platform digital yang tidak patuh, maka perlu ada sanksi tegas sebagai bentuk penegakan aturan. Ini penting agar tidak ada kompromi dalam isu perlindungan anak di ruang digital,” tegas Legislator PAN ini.

Okta juga menilai bahwa PP Tunas merupakan langkah maju yang strategis dari pemerintah dalam merespons tantangan perlindungan anak di era digital. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pihak, baik pemerintah, platform digital, maupun masyarakat, untuk mendukung implementasi kebijakan tersebut.

“PP Tunas adalah langkah progresif yang harus kita dukung bersama. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh ekosistem digital,” katanya.

Selain itu, Okta menegaskan bahwa perlindungan anak di ruang digital tidak hanya bergantung pada kepatuhan PSE. Ia menilai peran orang tua sangat krusial dalam mengawasi dan membimbing aktivitas anak saat mengakses internet.

“Orang tua memiliki peran penting dalam memastikan anak menggunakan teknologi secara aman dan bijak. Pengawasan dan edukasi dari keluarga menjadi fondasi utama perlindungan anak di ruang digital,” pungkasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya