Berita

Menlu Tiongkok Wang Yihan (Foto: Reuters)

Dunia

Tiongkok Tegaskan Hak-hak Iran di Selat Hormuz Harus Dihormati

KAMIS, 16 APRIL 2026 | 16:15 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah Tiongkok menyerukan pentingnya menjaga stabilitas dan kelancaran jalur pelayaran Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. 

Seruan itu disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, seperti dikutip dari Reuters, Kamis, 16 April 2026. 

Wang menegaskan pentingnya melanjutkan momentum gencatan senjata dan dialog damai. 


“Tiongkok mendukung pemeliharaan momentum gencatan senjata dan pembicaraan perdamaian, yang melayani kepentingan mendasar rakyat Iran dan mencerminkan harapan bersama negara-negara di kawasan dan komunitas internasional," ujarnya.

Lebih lanjut, Wang menekankan bahwa hak Iran sebagai negara pesisir di Selat Hormuz harus dihormati. 

“Kedaulatan, keamanan, dan hak serta kepentingan sah Iran sebagai negara pesisir Selat Hormuz harus dihormati dan dijunjung tinggi,” kata Wang.

Meski demikian, Beijing juga mengingatkan bahwa jalur pelayaran internasional harus tetap aman dan terbuka. 

“Kebebasan dan keamanan navigasi melalui selat internasional ini harus dipastikan. Memulihkan transit normal melalui selat adalah seruan bersama dari komunitas internasional," tegasnya. 

Ketegangan di kawasan meningkat sejak pecahnya konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran pada 28 Februari lalu, yang berdampak langsung pada terganggunya arus distribusi minyak mentah dan pengiriman komersial global melalui Selat Hormuz.

Situasi semakin kompleks setelah Amerika Serikat memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran yang menghadap ke selat tersebut sejak awal pekan ini. 

Namun, kedua pihak saat ini tengah menjalani masa gencatan senjata selama dua pekan yang dimediasi oleh Pakistan sejak 8 April, sembari menunggu perkembangan diplomasi lanjutan.

Upaya diplomatik terus digencarkan, termasuk kunjungan Panglima Angkatan Darat Pakistan, Asim Munir, ke Teheran guna mempersiapkan kemungkinan putaran kedua perundingan antara Washington dan Teheran. 

Pertemuan lanjutan ini diperkirakan kembali melibatkan Wakil Presiden AS JD Vance dan Ketua Parlemen Iran Bagher Qalibaf dalam waktu dekat.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Gubernur BI pun Ikut Mundur, Ada Apa Ini Guru?

Selasa, 28 Juli 2026 | 06:15

Rumah Bedeng di Lebak Bulus Kebakaran

Selasa, 28 Juli 2026 | 06:00

Timnas Garuda Hadapi Timor Leste pada 31 Juli

Selasa, 28 Juli 2026 | 05:30

Revolusi, Romansa, dan Runtuhnya Komisariat SMID IISIP

Selasa, 28 Juli 2026 | 05:21

Presiden Harus Tindak Tegas Londo Ireng yang Merugikan Kepentingan Bangsa

Selasa, 28 Juli 2026 | 05:19

Orang Tak Percaya Perry Warjiyo Mundur karena Alasan Pribadi

Selasa, 28 Juli 2026 | 04:33

83 Penonton Jadi Korban Tribun GOR Satria Banyumas Roboh

Selasa, 28 Juli 2026 | 04:18

Ahok Ungkap Awal Pecah Kongsi dengan Jokowi

Selasa, 28 Juli 2026 | 04:00

Nama Bupati KBB Jeje Ritchie Dicatut untuk Jual Jabatan

Selasa, 28 Juli 2026 | 03:35

Hantu itu Masih Gentayangan

Selasa, 28 Juli 2026 | 03:18

Selengkapnya