Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Peringatan IMF: Perang Timur Tengah Perparah Kerapuhan Fiskal Global

KAMIS, 16 APRIL 2026 | 10:10 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Dana Moneter Internasional (IMF) melalui laporan Fiscal Monitor terbaru  mengeluarkan peringatan keras. Konflik di Timur Tengah bukan hanya masalah keamanan, tapi juga ancaman nyata yang memperburuk kondisi fiskal dunia yang sudah dalam posisi rentan.

Kepala Urusan Fiskal IMF, Rodrigo Valdes, menyoroti kebijakan subsidi bahan bakar yang sering diambil pemerintah saat harga energi melonjak. Menurutnya, langkah tersebut justru bisa menjadi bumerang bagi pasar global.

"Pemerintah sebaiknya tidak mengandalkan subsidi bahan bakar secara luas. Bantuan tunai yang bersifat sementara dan tepat sasaran merupakan opsi yang lebih efektif, karena tidak mengaburkan sinyal harga di pasar," tegas Valdes.


Ia menjelaskan bahwa harga energi yang tinggi sebenarnya diperlukan agar pola konsumsi masyarakat dapat menyesuaikan diri. Jika harga ditekan lewat subsidi, permintaan global akan tetap tinggi, yang pada akhirnya justru membuat harga minyak semakin mahal.

IMF memperingatkan bahwa jika konflik memburuk hingga membuat harga minyak bertahan di atas 100 Dolar AS per barel hingga 2027, ekonomi global berisiko jatuh ke jurang resesi. Lembaga ini juga memangkas proyeksi pertumbuhan global akibat gangguan pasokan energi yang dipicu peperangan.

Satu poin yang paling mengkhawatirkan adalah kecepatan akumulasi utang pemerintah di seluruh dunia. 

Level utang diprediksi menembus 100 persen dari PDB pada 2029, lebih cepat dari perkiraan semula. Angka ini diperkirakan terus merangkak naik hingga 102,3 persen pada 2031, level tertinggi sejak era pasca-Perang Dunia II.

Biaya untuk membayar bunga utang melonjak mendekati 3 persen dari PDB pada 2025, naik signifikan dari posisi 2 persen pada empat tahun lalu.

Selain utang, IMF menyoroti perubahan struktur pasar yang kini lebih berisiko. Meningkatnya peran hedge fund sebagai pemegang utang dinilai kurang stabil dibanding investor jangka panjang.

Banyak negara menerbitkan utang jangka pendek, membuat kondisi fiskal mereka sangat sensitif terhadap perubahan suku bunga sekecil apa pun.

Gejolak pasar pada saham berbasis AI, fragmentasi perdagangan, hingga besarnya biaya transisi energi dan iklim semakin menekan ruang gerak anggaran negara.

Valdes mengingatkan pemerintah dunia untuk tidak menunda perbaikan anggaran atau konsolidasi fiskal segera setelah krisis mereda.

Ia memperingatkan bahwa meskipun situasi saat ini belum mencapai titik "ledakan" krisis, sikap menunda-nunda hanya akan membuat beban perbaikan di masa depan menjadi tidak terkendali.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Prabowo Bikin Lomba Kota Terbersih, Lima Terbaik Dapat Rp20 Miliar

Kamis, 30 Juli 2026 | 18:26

Oknum Brimob di KPK Diduga Bocorkan Dokumen Perkara, Dipakai Peras Bupati Pemalang

Kamis, 30 Juli 2026 | 18:18

ST Burhanuddin Mutasi 176 Jaksa, 90 Kajari Bergeser

Kamis, 30 Juli 2026 | 18:17

Prabowo Wanti-wanti Konflik Timteng Bisa Meluas dan Semakin Memburuk

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:51

Deddy Sitorus Bantah Hina Wartawan dan Tantang Balik KWP

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:35

Lokataru: Kopdes Merah Putih Rawan Dimobilisasi Jadi Mesin Politik Bawah Tanah

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:26

Prabowo Tertarik Belajar Cara India Bangun 3 Juta Rumah dalam Setahun

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:21

Terima Aspirasi Guru TK, DPR Siap Agendakan Penguatan PAUD

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:19

MK: Anggaran MBG Tak Boleh Lagi Masuk Pos Pendidikan

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:12

Pembahasan RUU HAM, Perlindungan Harus Menyesuaikan Perkembangan Zaman

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:12

Selengkapnya