Berita

Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Politik

Posisi RI Makin Strategis di Tengah Tarik Ulur Kekuatan Global

RABU, 15 APRIL 2026 | 10:39 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Wasekjen Partai Demokrat Didik Mukrianto menilai langkah Presiden Prabowo Subianto yang bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada 13 April 2026 sebagai bagian dari strategi politik luar negeri hedging Indonesia.

Pada hari yang sama, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin juga melakukan pertemuan bilateral dengan Secretary of War AS Pete Hegseth di Pentagon, Washington DC.

“Peristiwa ini bisa menjadi simbol paling jelas dari pendekatan politik luar negeri Indonesia yang hedging, dan representasi politik bebas dan aktif di tengah dunia yang semakin multipolar dan penuh ketidakpastian,” ujar Didik lewat akun X miliknya, Rabu, 15 April 2026.


Pertemuan Prabowo dengan Putin di Kremlin, Moskow, berlangsung sekitar lima jam, mencakup sesi bilateral dan pertemuan empat mata. Kedua pemimpin sepakat meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi, energi, pertanian, industri, farmasi, hingga luar angkasa.

Dalam pertemuan itu, Prabowo menekankan kebutuhan pasokan minyak dan energi bagi Indonesia di tengah gangguan rantai pasok global akibat konflik di Timur Tengah. Putin pun menyambut baik kunjungan tersebut dan membuka peluang kerja sama lebih luas, termasuk di sektor militer.

Didik menilai, langkah ini mencerminkan prioritas Prabowo dalam memperkuat ketahanan nasional, terutama melalui pencarian sumber energi alternatif di tengah ketidakpastian global.

Di sisi lain, pertemuan Sjafrie dengan AS menghasilkan kesepakatan Major Defense Cooperation Partnership (MDCP), yang menjadi kerangka kerja sama pertahanan bilateral tertinggi antara Indonesia dan Amerika Serikat saat ini.

Kerja sama itu mencakup modernisasi militer, peningkatan kapasitas, pendidikan militer profesional, hingga latihan bersama dan kerja sama operasional. Kedua negara juga menjajaki pengembangan teknologi canggih di bidang maritim, sistem bawah permukaan, hingga sistem otonom.

“Sinkronisasi kedua peristiwa ini mungkin bukan kebetulan. Ini mungkin strategi hedging. Indonesia tidak memihak satu kubu geopolitik mana pun, melainkan memaksimalkan kepentingan nasional dari semua pihak,” jelas Didik.

Ia menambahkan, ke Moskow, Indonesia berupaya memperkuat ketahanan energi dan pangan, sementara ke Washington memperdalam modernisasi pertahanan dan interoperabilitas militer di kawasan Indo-Pasifik.

Menurutnya, langkah ini menunjukkan Indonesia tetap konsisten dengan politik bebas aktif, namun dengan pendekatan yang lebih tegas dan adaptif. Alih-alih memilih kubu, Indonesia mengedepankan kepentingan nasional, menjaga keseimbangan, dan tetap menghormati semua mitra.

"Di saat banyak negara terpaksa berpihak, Indonesia justru semakin fleksibel dan semakin memperkuat posisi politik bebas aktifnya," pungkasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Baru 10 Jam, Tulisan SBY Soal Politik Liar Tembus 9 Juta Tayangan di X

Rabu, 04 November 2026 | 20:21

Menag Dorong PTKIN Jadi Pelopor Hilirisasi dan Inovasi Teknologi

Rabu, 04 November 2026 | 20:19

Polri Harus Jaga Integritas dan Kepercayaan Publik di Kasus Listyo Sigit

Rabu, 04 November 2026 | 20:17

Aturan Penyadapan Ilegal di Indonesia, Ini Ancaman Hukuman bagi Pelaku

Rabu, 04 November 2026 | 20:11

Ketum KNPI Minta Penegak Hukum Serius Usut Dugaan Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 20:07

Tanggapan Allianz Setelah Digugat Rp5,2 Miliar di PN Jaksel

Rabu, 04 November 2026 | 20:02

Jorindo Indonesia Gandeng Mubarak Dubai Jalin Kerja Sama Operasi Salvage

Rabu, 04 November 2026 | 19:57

4 Kasus Penyadapan Presiden Indonesia, dari Habibie hingga Prabowo

Rabu, 04 November 2026 | 19:52

BRI Kukuhkan 35 Penerima Beasiswa BRI Fellowship Journalism 2026

Rabu, 04 November 2026 | 19:49

Kasus Intimidasi Meningkat, Dewan Pers Tegaskan Komitmen Lindungi Wartawan

Rabu, 04 November 2026 | 19:48

Selengkapnya