Berita

Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina (Foto: Dokumen pribadi)

Politik

Haji di Tengah Konflik, DPR Minta Negara Pastikan Keamanan Jemaah

RABU, 15 APRIL 2026 | 10:01 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi VIII DPR RI mengingatkan pemerintah untuk menyikapi secara serius dan hati-hati pelaksanaan ibadah haji 2026 di tengah konflik kawasan Timur Tengah.

Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina, menegaskan bahwa pelaksanaan haji harus tetap berbasis mitigasi terukur serta tanggung jawab negara dalam melindungi jemaah.

"Pelaksanaan ibadah haji di tengah dinamika konflik harus disikapi dengan kehati-hatian, namun tetap berbasis pada mitigasi yang terukur dan tanggung jawab negara dalam melindungi jemaah," kata Selly kepada wartawan di Jakarta,  Rabu, 15 April 2026.


Selly menjelaskan berdasarkan hasil Rapat Kerja Komisi VIII dengan Menteri Haji dan Umrah RI, pemerintah telah menyiapkan sejumlah skenario utama dalam menghadapi eskalasi situasi. Mulai dari skenario jemaah tetap berangkat dengan pengamanan ketat, skenario pembatalan oleh Indonesia, hingga skenario penutupan oleh Pemerintah Arab Saudi. 

"Ini menunjukkan bahwa negara tidak berjalan tanpa perencanaan, tetapi justru mengedepankan prinsip mitigasi risiko secara komprehensif," katanya.

Selanjutnya, terkait pertanyaan apakah pelaksanaan haji dipastikan aman. Dia menegaskan bahwa keamanan jemaah adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar.

"Namun dalam situasi geopolitik yang dinamis, tidak ada jaminan yang bersifat absolut," ujar Legisslator dari Fraksi PDIP ini.

Oleh karena itu, kata Selly, yang dilakukan negara adalah memastikan seluruh instrumen pengamanan dimaksimalkan, antara lain melalui pengalihan jalur penerbangan ke rute yang lebih aman, diplomasi untuk menjamin koridor aman bagi jemaah Indonesia sebagai non-kombatan, hingga kesiapan protokol evakuasi darurat.

Dia melanjutkan Komisi VIII DPR RI memberikan sejumlah masukan penting agar masyarakat tidak merasa khawatir. Antara lain, pemerintah harus transparan dan aktif menyosialisasikan setiap skenario kepada calon jemaah, sehingga tidak menimbulkan ketidakpastian.

Kemudian, memastikan kesiapan layanan di titik krusial seperti bandara Jeddah dan Madinah, termasuk kehadiran tim siaga 24 jam. Lalu, menjamin profesionalitas syarikah penyedia layanan agar tidak mengulang persoalan pelayanan seperti tahun sebelumnya.

"Serta melakukan perhitungan ulang secara detail terkait kapasitas layanan, baik akomodasi, transportasi, maupun konsumsi," katanya.

Selly mengatakan untuk rekomendasi keempat, yakni pemerintah harus memastikan bahwa hak keuangan jemaah terlindungi dalam setiap skenario. Jika terjadi pembatalan, baik oleh Indonesia maupun oleh otoritas Arab Saudi, maka mekanisme pengembalian dana harus jelas, transparan, dan tidak merugikan jemaah.

"Dalam perspektif kami, negara harus hadir bukan hanya sebagai penyelenggara, tetapi sebagai pelindung. Karena itu, langkah yang harus dilakukan pemerintah adalah memperkuat koordinasi lintas negara, memastikan kesiapan teknis di lapangan, serta membangun komunikasi publik yang jujur dan menenangkan," katanya.

Terakhir, Selly menegaskan Komisi VIII DPR RI akan terus melakukan pengawasan secara ketat agar seluruh proses penyelenggaraan haji tahun ini berjalan dengan prinsip aman, adil, dan berpihak pada perlindungan jemaah.

"Dengan ikhtiar yang maksimal dan mitigasi yang matang, kami berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah haji dengan tenang dan khusyuk," tandasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

UPDATE

Perlindungan Orang Utan Kalimantan dari Karhutla Terus Diperkuat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 03:43

Benarkah Hari Kliwon Lebih Rawan Kecelakaan?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 03:17

Lindungi Kehidupan Nelayan, KKP Segel Tambak Udang Tak Berizin di Karimunjawa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 02:46

Pasis Dikreg Seskoad Peroleh Doktrin Kepemimpinan dari Wapang TNI

Rabu, 14 Oktober 2026 | 02:20

Dampak MBG Bikin Konsumsi Protein Anak Naik hingga Hampir 80 Persen

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:57

Ekonomi Biru Dijaga, Nelayan Disejahterakan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:40

Peradi Profesional Dukung Langkah Presiden Bersih-bersih Mafia Tambang

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:16

DPR Minta PLN Percepat Pemulihan Listrik di Batam-Bintan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:59

Staf Ahli Kapolri Pastikan Penanganan Maksimal Kabut Asap di Kalteng

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:43

Kepala BRAN dan Menteri PKP Bidik Percepatan Lahan untuk Rumah Rakyat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:20

Selengkapnya