Berita

Ilustrasi

Politik

Ketergantungan Impor Bikin UMKM Terjepit Harga Plastik

RABU, 15 APRIL 2026 | 09:09 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Dampak ekonomi dari konflik geopolitik global mulai terasa di dalam negeri. Salah satunya ialah harga plastik yang melonjak dan telah menjangkau sektor usaha mikro.

Anggota Komisi VII DPR RI, Yoyok Riyo Sudibyo, menyebut kenaikan harga plastik dipicu terganggunya pasokan bahan baku seperti nafta akibat konflik di Timur Tengah. 

Indonesia yang masih mengimpor sekitar 60 persen bahan baku plastik menjadi sangat rentan terhadap gejolak tersebut.


“Tekanan global kini tidak lagi berhenti di sektor energi atau industri besar, tetapi sudah masuk ke biaya dasar produksi usaha kecil,” kata Yoyok, di Jakarta, Rabu, 15 April 2026.

Menurutnya, kondisi itu  menunjukkan tingginya ketergantungan industri nasional terhadap rantai pasok global, terutama pada komoditas turunan petrokimia.

Yoyok menambahkan, dampak lanjutan dari kenaikan biaya produksi juga mulai dirasakan masyarakat, seperti naiknya harga makanan dan menyusutnya ukuran produk konsumsi.

Legislator Nasdem dari Dapil Jateng X itu mengingatkan, jika konflik global berlangsung lama, maka efeknya bisa meluas ke sektor pariwisata berbasis UMKM hingga aktivitas ekonomi lokal.

“Yang diuji bukan hanya kemampuan industri besar, tetapi apakah usaha kecil masih memiliki ruang bertahan dalam tekanan global,” ujarnya.

Komisi VII DPR, lanjut Yoyok, akan terus mencermati perkembangan harga bahan penunjang produksi serta mendorong langkah korektif agar pelaku UMKM tidak menjadi pihak yang paling terdampak. 

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Ngobrol Serius Bareng Macron

Rabu, 15 April 2026 | 01:59

Diplomasi Konstruktif Diperlukan Buat Akhiri Perang di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 | 01:41

BGN Bantah Hapus Pemberian Susu dalam Program MBG

Rabu, 15 April 2026 | 01:13

Pujian Habiburokhman ke Polri soal Transparansi Sesuai Realitas

Rabu, 15 April 2026 | 00:58

Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan saat Temui Macron di Istana Élysée

Rabu, 15 April 2026 | 00:35

Taman Sunyi: Sebuah Pembelaan atas Rumah-Rumah Fantasi

Rabu, 15 April 2026 | 00:06

Maruli Tuntut Yayasan Tanggung Biaya Perawatan Head Chef SPPG

Selasa, 14 April 2026 | 23:55

DPR Sambut Baik MDCP: Bisa Buka Kerja Sama Lain

Selasa, 14 April 2026 | 23:37

AFPI Buka Suara Usai Didenda KPPU: Kami Hanya Melindungi Konsumen

Selasa, 14 April 2026 | 23:12

Denda Rp755 Miliar ke Perusahaan Pinjol Menguak Borok Regulasi

Selasa, 14 April 2026 | 22:48

Selengkapnya