Berita

Pentagon (Foto: Reuters)

Dunia

Pentagon Ungkap Isi Pertemuan Menhan RI dan Menteri Perang AS soal Kemitraan

SELASA, 14 APRIL 2026 | 03:35 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pentagon merilis hasil pertemuan antara Menteri Perang AS Peter Hegseth dengan Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin terkait perjanjian dan kerja sama pertahanan kedua negara.

Juru Bicara Utama Pentagon, Sean Parnell, memberikan beberapa ringkasan pada pertemuan yang berlangsung di Amerika Serikat, Senin, 13 April 2026.

“Kedua pemimpin sepakat untuk meningkatkan hubungan pertahanan bilateral AS-Indonesia menjadi Kemitraan Kerja Sama Pertahanan Utama. Kemitraan baru ini akan berfungsi sebagai kerangka kerja untuk meningkatkan kolaborasi operasional, bermitra dalam modernisasi pertahanan, dan meningkatkan pelatihan dan interoperabilitas,” tulis keterangan Departemen Perang AS.


Selama pertemuan, Menteri Hegseth memuji Indonesia atas partisipasinya dalam Dewan Perdamaian dan memainkan peran utama dalam Pasukan Stabilisasi Internasional. 

“Para pemimpin menegaskan kembali hubungan pertahanan yang vital dan berkembang serta membahas berbagai tujuan bersama, termasuk peningkatan pelatihan pasukan khusus dan pendidikan militer profesional,” lanjutnya. 

Kedua pemimpin berkomitmen untuk memperluas cakupan dan kompleksitas latihan bilateral dan multilateral, seperti Super Garuda Shield, untuk memperkuat kemampuan kolektif dan mempromosikan perdamaian melalui kekuatan.

Pertemuan ini sebelumnya menjadi sorotan setelah beredar isu wilayah kedaulatan udara Indonesia bisa digunakan pesawat militer AS, terutama dalam keperluan perang menghadapi Iran.

Diberitakan The Sunday Guardian pada Sabtu, 11 April 2026, Departemen Perang AS mengirimkan dokumen berjudul "Mengoperasionalkan Penerbangan Lintas Wilayah AS" kepada Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI pada 26 Februari 2026. 

Dokumen tersebut mengusulkan kesepahaman formal di mana Indonesia akan mengizinkan pesawat militer AS untuk melintasi wilayah udaranya dalam operasi darurat, misi tanggap krisis dan latihan militer yang disepakati bersama.
 

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Komisi XIII DPR Segera Panggil Pejabat Terkait soal Fasilitas Mewah Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 14:25

Ajukan Kasasi, Nadiem Tak Akan Menerima Hasil Apapun di Luar Bebas

Kamis, 24 September 2026 | 14:25

Respons Demo Buruh, Dasco: RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Rampung Oktober 2026

Kamis, 24 September 2026 | 14:15

PAN: Ambang Batas Parlemen Perlu Hati-hati, Jangan Lebih dari 4 Persen

Kamis, 24 September 2026 | 14:03

Usai Antar Giuseppe Garibaldi, Perwakilan Angkatan Laut Italia Temui Prabowo

Kamis, 24 September 2026 | 14:03

Dasco Pastikan DPR Dalami Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 13:58

MGLV Kantongi Fasilitas BNI, Ekspansi Data Center Jababeka dan Batang Digenjot

Kamis, 24 September 2026 | 13:51

Demo Buruh di Depan UOB Plaza: Jalur Utama Jakarta Pusat Dialihkan!

Kamis, 24 September 2026 | 13:40

Hakim Banding Pangkas Vonis Nadiem

Kamis, 24 September 2026 | 13:39

UU Pengaturan Reforma Agraria jadi Kado Manis Petani untuk Berdaulat

Kamis, 24 September 2026 | 13:32

Selengkapnya