Berita

Menko Airlangga Hartarto. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

Menko Airlangga:

Pemerintah Sudah Alokasikan Biaya KDKMP dari APBN

SELASA, 14 APRIL 2026 | 01:33 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pemerintah membuka peluang pembiayaan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan anggaran untuk program tersebut sudah dialokasikan oleh pemerintah.

“Ya tentu nanti dilihat, anggarannya sudah disediakan,” kata Airlangga ditemui di kantornya, kawasan Jakarta Pusat pada Senin, 13 April 2026.


Ia menegaskan, meski ruang fiskal semakin ketat, APBN tetap memiliki pos khusus untuk mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto, termasuk pengembangan koperasi.

Di sisi lain, pemerintah juga melakukan penyesuaian regulasi melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 15 Tahun 2026. Aturan ini membuka ruang bagi bank BUMN untuk menyalurkan pembiayaan berupa pinjaman kepada koperasi desa/kelurahan.

“Ya tentu ada perubahan, karena terkait dengan ini kan ada dari segi pembiayaan dan dari segi kegiatan. Yang paling penting adalah mendorong kegiatan di level yang paling bawah,” jelas Airlangga.

Dalam beleid tersebut, pemerintah dapat menempatkan dana sebagai sumber likuiditas untuk perbankan guna mempercepat pembangunan fisik koperasi, mulai dari gerai hingga pergudangan.

Skema pembiayaan ditetapkan dengan batas maksimal Rp3 miliar per unit koperasi, dengan bunga sekitar 6 persen per tahun. Adapun jangka waktu pinjaman mencapai 72 bulan, disertai masa tenggang pembayaran pokok dan bunga selama 6 hingga 12 bulan.

Aturan ini juga mengatur mekanisme pembayaran cicilan yang bersumber dari transfer ke daerah, baik melalui Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Bagi Hasil (DBH), maupun dana desa.

Dengan skema tersebut, beban pembayaran pembiayaan pada praktiknya akan ditopang oleh anggaran negara melalui mekanisme transfer daerah, sehingga pengelola koperasi tidak menanggung langsung cicilan.

Selain itu, aset yang dihasilkan dari pembiayaan, seperti gerai dan fasilitas koperasi, akan menjadi milik pemerintah daerah atau pemerintah desa.

Penyaluran dana untuk pembayaran kewajiban tersebut ditegaskan harus mengikuti prinsip transparansi, akuntabilitas, kehati-hatian, serta berbasis kinerja.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Sandy Rio Kuahaty Nakhodai GAMKI Jakut 2026-2029

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:26

Bawaslu Dorong Transformasi Digital dari Administrasi ke Pengawasan Berbasis Risiko

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:23

Kementerian HAM Perluas Akses Pendidikan Tak Hanya untuk ASN

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:14

Reformasi Kelistrikan Penting untuk Capai Ekonomi 8 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:01

Menkop Kukuhkan Yudi Azis sebagai Rektor IKOPIN Periode 2026–2031

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:44

Bahas Keamanan hingga Lapangan Kerja

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:42

Meracik Horor Komedi di Film Ghosthing, Ini Pandangan Peter Surya Wijaya

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:41

Tanggapi Survei Celios, Gibran Janji Kerja Lebih Baik

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:35

Mantan Pj Gubernur Sulsel Bantah Cawe-cawe Pengadaan Bibit Nanas

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:31

APBD DKI 2027 Diusulkan Rp82,89 Triliun, Naik 4,18 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:20

Selengkapnya