Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

SENIN, 13 APRIL 2026 | 10:02 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Meredanya ketegangan di Timur Tengah menjadi katalis positif bagi pasar modal Asia. 

Investor global mulai melakukan reposisi portofolio dengan mengalihkan kembali modal mereka ke sektor teknologi, terutama perusahaan yang menjadi pilar pengembangan kecerdasan buatan (AI).

Berdasarkan laporan Bloomberg yang dikutip Senin 13 April 2026, pasar saham Taiwan dan Korea Selatan mencatatkan arus kas masuk bersih (net foreign inflow) sebesar 7,9 miliar Dolar AS  hanya dalam satu pekan terakhir. 


Fenomena ini memutus tren negatif arus modal keluar (outflow) yang telah berlangsung selama lebih dari satu bulan.

Meskipun angka ini belum mampu menutup lubang penarikan dana sebesar 70 miliar Dolar AS pada Maret lalu, pergeseran ini menandakan kembalinya selera risiko (risk appetite) investor terhadap saham-satu bertema pertumbuhan struktural.

Optimisme pasar diperkuat oleh fundamental perusahaan teknologi yang solid. 

Samsung Electronics melaporkan lonjakan laba kuartalan hingga delapan kali lipat, melampaui estimasi analis. Hal ini membuktikan bahwa permintaan chip memori untuk kebutuhan AI sangat masif.

Saham TSMC (Taiwan Semiconductor Manufacturing Co.) melonjak 10 persen dalam sepekan, mendekati level tertinggi sepanjang masa menjelang rilis laporan keuangan terbarunya.

Sedangkan SK Hynix dan Tokyo Electron Turut menikmati reli signifikan sebagai pemasok utama dalam rantai pasok semikonduktor global.

"Investor meyakini risiko konflik fisik mulai mereda, sehingga fokus kembali beralih pada perdagangan saham AI di Asia," ungkap Vey-Sern Ling, Managing Director Union Bancaire Prive.

Arus modal asing di kawasan Asia bergerak secara variatif (tidak merata).

Jepang menarik investasi sebesar 12 miliar Dolar AS pada awal April, didorong oleh dominasi perusahaan alat produksi semikonduktor.

Sedangkan India justru mencatatkan penarikan dana sebesar 17,8 miliar Dolar AS selama 23 sesi berturut-turut. Hal ini disebabkan oleh minimnya eksposur pasar modal India terhadap perusahaan pemain utama di ekosistem AI global.

Meski tren AI kembali menghijau, lembaga riset seperti Jefferies Financial Group mengingatkan adanya risiko yang mengintai.

Kenaikan harga energi global dapat menekan margin keuntungan perusahaan teknologi, dan kekhawatiran bahwa siklus belanja modal (capex) perusahaan besar untuk infrastruktur AI mungkin telah mencapai titik jenuh.

Pada periode April 2026, ketergantungan global terhadap produksi chip canggih dari Asia semakin menguat menyusul implementasi teknologi fabrikasi 2nm secara komersial oleh TSMC, yang diprediksi akan menjadi standar baru untuk perangkat AI generasi berikutnya. 

Hal inilah yang mendasari mengapa investor asing begitu cepat kembali ke pasar Taiwan dan Korea Selatan setelah ketegangan geopolitik mereda.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya