Berita

Bekas Presiden Joko Widodo. (Foto: Antara)

Publika

Jokowi Manusia Ruwet

MINGGU, 12 APRIL 2026 | 06:15 WIB

SATU kata untuk Joko Widodo alias Jokowi, ruwet. Ya, tak pernah nyambung, mbulet (berputar-putar), tidak fokus pada pokok permasalahan. 

Bagaimana tidak?

Belum lama ini, Wapres ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) meminta agar Jokowi menunjukan ijazahnya untuk mengakhiri polemik. 


Hal itu disampaikan, pasca JK melakukan pelaporan terhadap Rismon Sianipar yang menuduh dirinya mendanai agenda ijazah palsu.

Alasan JK sederhana: dia sebagai mantan Wapres Jokowi, meyakini ijazah Jokowi asli. Karena itu, JK juga berkeyakinan jika ditunjukan kepada publik perkara akan segera tuntas.

Namun anehnya, alih-alih mengikuti saran JK, Jokowi kembali mengulang ulang mantra basi 'Siapa Yang Menuduh Harus Membuktikan'. 

Artinya, Jokowi menolak saran JK karena dia merasa orang yang meminta ijazahnya ditunjukan adalah penuduh.

Sikap Jokowi ini sangat berbeda, dengan kasus motor choppernya. Pada tahun 2018 netizen mempertanyakan surat-surat motor chopper-nya yang sudah dimodifikasi, saat itu Jokowi langsung gesit satset menunjukkannya ke publik. 

Lha iyalah, karena memang punya surat yang mau ditunjukkan. Terus kalau ijazahnya piye kumaha kok tidak nongol-nongol, bagaimana ini?

Benar-benar ruwet.

Mari kita urai pelan-pelan.

Pertama, JK meyakini ijazah Jokowi asli.

Kedua, JK melihat polemik ini berlarut-larut karena Jokowi tidak mau menunjukan ijazah aslinya.

Ketiga, JK minta (menyarankan) agar Jokowi memperlihatkan ijazah aslinya.

Lalu Jokowi menjawab: siapa yang menuduh silahkan buktikan.

Loh, siapa yang menuduh? JK meyakini ijazah Jokowi asli kok.

Keengganan Jokowi menunjukan ijazahnya justru mematahkan keyakinan JK yang meyakini ijazah Jokowi asli. Karena kalau asli, kenapa menolak menunjukan?

Katakanlah, ijazah Jokowi dituduh palsu. Bukankah, dengan langkah menunjukkan ijazah Jokowi yang asli, akan mengakhiri tuduhan?

Kami sendiri memiliki logika berbeda dengan JK. Logika yang kami yakini, sebagai berikut :

Pertama, ijazah Jokowi setelah diteliti dapat disimpulkan 99,9 persen palsu.

Kedua, setelah gelar perkara khusus tanggal 15 Desember 2025, kami makin meyakini ijazah Jokowi palsu karena ijazah yang diperlihatkan sama dengan yang beredar di masyarakat, yaitu ijazah dengan foto lelaki berkacamata dan berkumis tipis, yang diyakini bukan foto Jokowi.

Ketiga, kami makin yakin lagi dengan adanya sejumlah putusan KIP, yang pada pokoknya KPU dan KPUD tidak pernah melakukan uji otentifikasi atas berkas dokumen Jokowi untuk Pilkada dan Pilpres.

Keempat, puncak keyakinan ijazah Jokowi palsu bertambah setelah disarakan JK untuk ditunjukkan tapi Jokowi menolak.

Penolakan Jokowi untuk menunjukan ijazahnya bisa dijadikan konfirmasi bahwa ijazah yang dimilikinya palsu. 

Jokowi tidak ingin masyarakat semakin yakin ijazah Jokowi palsu setelah diperlihatkan. Mengingat, Roy Suryo dkk makin meyakini ijazah Jokowi palsu setelah diperlihatkan oleh penyidik pada saat gelar perkara khusus.

Ahmad Khozinudin
Koordinator Non Litigasi Tim Anti Kriminalisasi Akademisi & Aktivis

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Hari Bakti, Lapas Cianjur Gelar Aksi Bersih-Bersih melalui Imipas Peduli

Jumat, 06 November 2026 | 22:35

Kejagung Sita Rp11,7 Miliar dalam Kasus Nikel Arif Kurniawan

Jumat, 06 November 2026 | 22:31

Kapolri Banjir Dukungan Bongkar Kasus Penyadapan

Jumat, 06 November 2026 | 22:21

Bank Mandiri Bukukan Laba Bank Only Rp46,5 Triliun

Jumat, 06 November 2026 | 22:19

Aturan Berubah, Ekspor ke Jepang hingga Uni Eropa Masuk Daftar Relaksasi

Jumat, 06 November 2026 | 22:06

11 Kreator Indonesia Siap Bersaing di TikTok Awards Southeast Asia 2026

Jumat, 06 November 2026 | 21:48

Singgung Jokowi-Gibran, Penyadapan Prabowo Diduga Bermuatan Politik

Jumat, 06 November 2026 | 21:39

Pegasus di Indonesia: Sekadar Mitos atau Ancaman Nyata?

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

MedcoEnergi Umumkan Penerbitan Obligasi Senilai 300 Juta Dolar AS

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

Ketika Listrik Membuka Peluang: Dari Rumah Tangga hingga Ekonomi Desa

Jumat, 06 November 2026 | 21:03

Selengkapnya