Berita

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).(Foto: Dok RMOL)

Politik

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

JUMAT, 10 APRIL 2026 | 22:14 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pengasuh Pondok Pesantren (PP) Ma’hadul Ilmi as-Syar’i (MIS) Sarang, Rembang, Jawa Tengah, KH Achmad Rosikh Roghibi meminta Presiden Prabowo Subianto mengganti Menteri Sosial Saefullah Yusuf (Gus Ipul) agar bisa fokus menyiapkan aganda startegis Muktamar NU ke-35 beserta Konbes dan Munas Alim Ulama.
 
"Sebagai Ketua OC Gus Ipul harus fokus pada tugas dan tanggung jawab pelaksanaan seluruh agenda dan rangkaian kerja menuju muktamar. Posisi Gus Ipul sebagai Menteri Sosial menjadi hambatan dan tantangan. Padahal, standar dan idealitas sukses muktamar yang hanya tersedia 5 bulan memerlukan effort luar biasa," katanya, Jumat, 10 April 2026.

Menurut Gus Rosikh sapaan karib KH Achmad Rosikh Roghibi Muktamar NU kali ini di luar standar normal. Waktu yang dibutuhkan PBNU untuk menyiapkan agenda 5 tahunan (muktamar) beserta rangkaiannya (Konbes dan Munas Alim Ulama), biasanya satu tahun. 


"Semestinya kepanitiaan utama muktamar adalah mereka yang secara keilmuan memahami karakter Islam ahlus sunnah wal jamaah, mendalami kepribadian NU, pesantren dan geopolitik lokal hingga global. Dan, memiliki orientasi yang jernih dan mendalam untuk bisa menempatkan posisi NU secara strategis dalam konstelasi nasional dan internasional," ujarnya.

Saat ini, ungkap dia, PBNU dipaksa keadaan untuk menyiapkan muktamar ke-35 beserta rangkaiannya secara ideal dalam waktu 5-6 bulan efektif. Eksistensi NU di abad kedua harus lebih efektif dan startegis perjuangannya untuk Islam Aswaja, Indonesia, umat dan rakyat, sebagaimana amanat muassis NU, masyayikh pesantren dan nahdliyyin.

"Pertanyaan mendasar, apakah kepanitiaan muktamar yang dipimpin dan dikendalikan oleh H. Saefullah Yusuf, Prof. M. Nuh, KH Said Asrori, dan H. Amin Said Husni bisa memenuhi harapan tersebut?" tanyanya.

Bila kepanitiaan utama muktamar yang ditetapkan PBNU tidak berubah, maka harus dipastikan bisa fokus pada tugas dan tanggung jawab serta upaya ekstra dalam penyelenggaraannya.

"Untuk itu dan demi kemashlahatan NU, Presiden Prabowo Subianto diharapkan bisa melepas jabatan dan mengganti Gus Ipul sebagai menteri sosial agar fokus dan all out mensukseskan pelaksanaan dan hasil muktamar. Tidak hanya tujuan itu, juga untuk menepis anggapan dan tuduhan intervensi pemerintah terhadap rumah tangga dan dapur internal NU," ucapnya.

"Apalagi figur panitia inti muktamar lebih terlihat sebagai pejabat-birokrat, para komisaris badan usaha, dan lemah figur ulama pesantren. Sehingga dikhawatirkan bisa melemahkan kepribadian NU yang identik dengan kepribadian pesantren. Dan, menggeser ideologi NU ke arah ideologi pasar dan memperlakukan NU layaknya business as usual," tutupnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Bezzecchi Juara MotoGP Mandalika, Martin Kembali ke Puncak Klasemen

Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:27

Prabowo dan El-Sisi Kecam Keras Pembangunan Permukiman Ilegal Israel

Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:20

Gus Lilur Minta KPK Usut Dugaan Aliran Dolar di Muktamar NU

Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:06

Quiles Juara Moto3 Mandalika, Veda Ega Finis Keenam

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:52

Koperasi Didorong Bergerak ke Sektor Produksi Hingga Keuangan

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:44

Mesir Tambah Beasiswa untuk Mahasiswa Kedokteran, Teknik, dan Sains Indonesia

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:42

20 Kapolres dan Kapolresta Pulau Jawa Dirombak Jenderal Suyudi

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:33

Prabowo Bidik Penguatan Ekonomi RI-Mesir Lewat Perjanjian Dagang dan Dana Investasi Bersama

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:14

Krisman Harefa Gugat MSIG Life Insurance Indonesia Rp1 Miliar ke PN Jaksel

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:11

Muzakarah Tauhid Sufi Jadi Momentum Perkuat Persatuan Umat

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:01

Selengkapnya