Berita

Ilustrasi. (Foto: AI)

Publika

Kembali ke UUD 1945 Asli atau Dijajah

KAMIS, 09 APRIL 2026 | 22:37 WIB

PERANG itu memberi banyak pelajaran. Terutama perang Iran melawan imperialisme Amerika dan Zionisme Israel. Apa pelajaran utamanya? Kekuatan jati diri sebuah bangsa. Jati diri yang membentuk perlindungan pikiran, cita-cita, sistem, wilayah, kehormatan, strategi dan kepentingan nasional.

Iran menunjukkan dengan gagah hal tersebut sehingga tak bisa dijajah. Kita sebaliknya. Tanpa dikirim bom dan pasukan tempur, kita sudah menyerah kalah. Bukti terbaik dari kekalahan tersebut adalah pergantian konstitusi. Saat konstitusi kita dikudeta, elite tertawa.

Ya. Konstitusi adalah jati diri. Puncak-puncak pikiran, perjuangan, cita-cita sekaligus metoda mencapainya. Itu juga disebut sistem sendiri. Ia berisi karakter, nilai-nilai, keyakinan, perasaan, dan tujuan hidup. Saat ia dirubah dan dikudeta, semua keindonesiaan kita roboh dan lumpuh.


Dus, fungsi jati diri sangat penting dalam bernegara. Pertama, sebagai rujukan dalam mengambil keputusan politik dan publik. Saat membikin UU, program pembangunan, kebijakan luar negeri, atau acara kenegaraan, acuannya harus berlandaskan kejatidirian.

Kedua, sebagai pemersatu-pengikat rakyat yang pluralis-majemuk. Tanpa ikatan yang kuat, kita mudah tercerai berai, lemah dan dipecah belah. Ketiga, sebagai tameng dan perisai dari penjajahan luar dan dalam yang destruktif. Keempat, sebagai modal diplomasi mempertegas posisi di dunia. Dengan jati diri yang kokoh, kita pasti disegani karena punya prinsip dan tidak jadi negara “ikut-ikutan; jadi-jadian.”

Kelima, sebagai sumber kebanggaan dan identitas kenegaraan. Tanpa jati diri, negara kita hanya sekumpulan orang yang tinggal di pulau yang sama. Keenam, sebagai penjaga keberlangsungan negara. Rezim dan penguasa bisa jatuh, tapi kalau jati diri kuat, negaranya tetap hidup.

Yang jelas, jati diri sinonim dengan DNA negara. Ia berfungsi buat nyetir arah, ngikat warga, nahan gempuran luar-dalam, dan kasih alasan kenapa negara ini harus hadir. Ia membentuk komunitas imajinatif sekaligus epistemik.

Tetapi, sejak konstitusi dikudeta, di mana sistem asli dalam bentuk MPR, ia dikebiri secara struktural dari lembaga rakyat tertinggi menjadi lembaga biasa. Kita tahu, MPR adalah komisaris (pemilik) negara, sedangkan presiden dkk hanya direksi (pelaksana). Akibatnya, kontrol terhadap Presiden dkk hilang.

Karena MPR disfungsi, maka kita kehilangan GBHN. Tanpa GBHN, arah pembangunan hilang, bipolaristik, terjebak hutang besar, tertipu investasi asing (asong dan aseng), bahkan bertradisi KKN.

Lalu, kudeta itu merubah sistem politik dari sistem demokrasi perwakilan/permusyawaratan ke sistem demokrasi langsung/voting yang mahal, beresiko tinggi, membelah rakyat di mana keburukan dan kecurangan begitu masif; saling fitnah; pemborosan; penyogokan; perpecahan karena mengabsenkan prinsip musyawarah dan gotong-royong.

Dengan aksiologi itu, lembaga dan agensi keamanan, hukum dan birokrat yang harus netral, ikut rusak dan merusak karena membela satu golongan sambil memusuhi yang lainnya. Mereka membela yang bayar, bukan membela yang benar dengan menegakkan hukum dan keadilan.

Dus, kudeta ini juga membawa asas kapitalisme dan liberalisme yang bertentangan dengan pikiran para pendiri republik. Asas ini mentradisikan budaya liberal (individualisme, materialisme, konsumtivisme, hedonisme, premanisme) dan mental kapitalis (serakahnomics, jahat, merusak) yang menghancurkan nasionalisme, keamanan dan kepentingan nasional, spiritualisme, kekeluargaan dan tradisi asli plus hibridasi.

Kita hampir terjajah di semua sektor: ipoleksos dan budhankam. Dari perubahan pasal 6A (1-2), pasal 22E (3) dan pasal 33 misalnya, kita mendapati perilaku yang terdampak kehidupan dijajah. Harga kuliah mahal (padahal nganggur saat lulus), pupuk mahal karena mafia, alat elektronik mahal karena ketergantungan impor, pajak mencekik padahal pendapatan suram, tetapi kehidupan elite politik dan oligarki sangat nyaman.

Atas alasan itulah menjadi kewajiban kita semua untuk kembali ke sistem yang diwariskan pendiri republik, UUD 45 yang disahkan 18 Agustus 1945. Ini merupakan konstitusi yang melenyapkan dan menghapuskan penjajahan dalam segala wajah. Inilah konsensus politik berwajah dan bermental jati diri bangsa: Pancasila.


Yudhie Haryono 
CEO Nusantara Centre


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya