Berita

Pengusaha rokok asal Madura, Haji Her (kiri)/RMOL

Hukum

Tiba-tiba Datang ke KPK Pakai Sarung, Haji Her Ngaku Tak Tahu Kasus Cukai

KAMIS, 09 APRIL 2026 | 14:10 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pengusaha rokok asal Madura, H. Khairul Umam alias Haji Her, mendatangi Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis, 9 April 2026.

Berdasarkan pantauan RMOL, Haji Her tiba sekitar pukul 12.52 WIB di kantor KPK, Jakarta Selatan, dengan didampingi beberapa orang.

Haji Her mengatakan kedatangannya merupakan inisiatif pribadi, bukan karena panggilan resmi yang diabaikan. Ia mengaku baru menerima undangan pemeriksaan secara terlambat.


“Ada undangan kemarin, kita terimanya tanggal 1 sore, jadi inisiatif sendiri saya datang,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta.

Haji Her menyatakan tidak memahami perkara yang sedang diselidiki KPK dan tidak membawa dokumen apa pun. Ia menegaskan tidak mengenal pihak-pihak yang terlibat, tidak mengetahui duduk perkara kasus, serta tidak terkait dengan urusan pita cukai

“Ndak ada, kita kan juga tidak paham. Kita nggak kenal sama orang-orang itu,” ujarnya.

Kasus ini merupakan bagian dari penyidikan dugaan korupsi di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) terkait praktik suap impor barang. 

KPK sebelumnya telah melakukan OTT, menetapkan beberapa pejabat DJBC dan pihak swasta sebagai tersangka, serta menyita uang tunai, logam mulia, dan barang bukti lain senilai puluhan miliar Rupiah.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Lepas Status WNI Kena Tarif Rp5 Juta, Ini Kata Ketua DPR

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:23

KPK Panggil Lima Pejabat BPK Sumsel

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:16

Saham BUMI Menguat 6 Persen pada Sesi I, Bukukan Transaksi Rp727,5 Miliar

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:15

Pengisian Jabatan di Kemenag Dituntut Adil dan sesuai Meritokrasi

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:08

Bisa Jadi Ada Aparat Lain Seperti Febrie

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:06

Sekolah Negeri Sepi Peminat Harus Jadi Perhatian

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:05

Mereduksi Bobot Kekuasaan Gibran Lewat Pergeseran Posisi Duduk Wapres

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:04

Sepak Bola Berbasis Bukti

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:50

DPR Minta Kesetaraan Penanganan Kasus Febrie

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:39

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Dilibatkan dalam Pemungutan Pajak Berpeluang Gerus Kepercayaan Publik

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:38

Selengkapnya