Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Wall Street Hijau Berkat Gencatan Senjata AS-Iran

KAMIS, 09 APRIL 2026 | 07:56 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar saham Amerika Serikat naik tajam setelah diumumkannya gencatan senjata sementara antara AS dan Iran.

Sejak awal perdagangan, tiga indeks utama langsung menguat signifikan. 

Dikutip dari Reuters, Kamis 9 April 2026, pada penutupan Rabu, indeks Dow Jones naik 2,85 persen, S&P 500 naik 2,51 persen, dan Nasdaq menguat 2,80 persen. 


Kenaikan ini dipicu optimisme bahwa konflik tidak akan meluas dalam waktu dekat, sehingga risiko terhadap ekonomi global sementara mereda.

Konflik sebelumnya sempat menekan pasar karena mengganggu pasokan minyak dunia dan memicu kekhawatiran inflasi. Namun dengan adanya gencatan senjata, situasi mulai stabil. Bahkan ada kemungkinan jalur penting pengiriman minyak dunia, Selat Hormuz, akan kembali dibuka dalam waktu dekat jika negosiasi berjalan lancar.

Ekonom Mike Dickson, mengatakan bahwa pasar sebenarnya sudah memperkirakan pergerakan ini. “Pasar merasa lega. Situasi bisa saja jauh lebih buruk, jadi ini menjadi dorongan kuat bagi pemulihan saham, terutama yang sebelumnya paling terpukul," ujarnya.

Kenaikan tidak hanya terjadi di Amerika. Bursa saham Eropa juga melonjak hampir 4 persen, menjadi kenaikan harian terbesar dalam setahun. Hal ini karena negara-negara di luar AS lebih rentan terhadap gangguan energi, sehingga kabar gencatan senjata memberi dampak positif yang lebih besar bagi mereka.

Di sisi lain, harga minyak justru turun tajam hingga di bawah 100 Dolar AS per barel. Akibatnya, saham-saham sektor energi ikut melemah. Sebaliknya, sektor yang sebelumnya terpukul seperti maskapai penerbangan, pariwisata, dan kapal pesiar justru bangkit kuat karena prospek perjalanan kembali membaik.

Saham maskapai komersial melonjak 5,7 persen, saham terkait perjalanan dan pariwisata melejit 5,2 persen, sementara saham pengembang properti meningkat 4,9 persen.

Delta Air Lines naik 3,8 persen meski memangkas proyeksi laba kuartal kedua dan menunda pembaruan outlook tahunan akibat ketidakpastian perang Iran. 

Maskapai lainnya, Delta, Southwest Airlines dan United Airlines, masing-masing menguat 6,7 persen dan 7,9 persen.

Saham operator kapal pesiar juga melesat: Carnival naik 11,2 persen dan Norwegian Cruise Line 7,6 persen. Saham pakaian Levi Strauss melambung 10,7 persen setelah perusahaan menaikkan proyeksi penjualan dan laba tahunan.

Meski pasar sedang menguat, ada kekhawatiran lain dari bank sentral AS (The Fed). Dalam risalah rapat terbaru, The Fed membuka peluang kenaikan suku bunga karena inflasi diperkirakan meningkat akibat dampak perang, terutama dari lonjakan harga energi sebelumnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Dua Nama Hilang dari Daftar Calon BPK

Kamis, 10 September 2026 | 00:17

UAG Perkuat Sekolah Rakyat dan Talenta Halal Nasional

Kamis, 10 September 2026 | 00:06

Langkah Berani Gubernur Sultra Tertibkan Aset Usik Zona Nyaman Oknum Tertentu

Rabu, 09 September 2026 | 23:52

DPRD DKI Dukung Perluas Program Pendidikan bagi Santri Perkotaan

Rabu, 09 September 2026 | 23:32

Salat Istisqa Digelar di Lahat, Bursah Zarnubi Mohon Hujan segera Turun Merata

Rabu, 09 September 2026 | 23:22

DPR Dorong Pembangunan dari Desa Lewat Rakernas AKSI

Rabu, 09 September 2026 | 23:20

Rosan Roeslani Masuk Dua Besar Menteri Berkinerja Terbaik

Rabu, 09 September 2026 | 23:00

DPR: Kalau Ada Laporan Masyarakat, Polri Tak Perlu Ragu

Rabu, 09 September 2026 | 22:59

Jangan Sampai Indonesia jadi Sasaran Empuk Jaringan Narkoba Internasional

Rabu, 09 September 2026 | 22:45

Mantan Napi KDRT Diduga Kriminalisasi Istri Lewat Kesaksian Palsu ART

Rabu, 09 September 2026 | 22:31

Selengkapnya