Berita

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: RMOL/Alifia Dwi Ramandhita)

Bisnis

Pemerintah Suntik Rp1,77 Triliun Tekan Lonjakan Ongkos Haji

RABU, 08 APRIL 2026 | 21:53 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pemerintah menggelontorkan anggaran Rp1,77 triliun dari APBN untuk menahan lonjakan ongkos haji di tengah kenaikan harga avtur global.

Kebijakan ini diambil agar biaya yang ditanggung jemaah tetap terkendali, bahkan turun Rp2 juta per orang pada penyelenggaraan haji tahun ini.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, secara perhitungan kenaikan harga avtur seharusnya mendorong biaya haji lebih tinggi. Namun, pemerintah memilih menyerap beban tersebut.


"Ada juga dampak kepada ongkos haji, ongkos haji seperti kita ketahui diturunkan Rp2 juta, dampak terhadap kenaikan avtur ini di-absorb pemerintah, jadi ini diabsorb untuk 220 ribu orang jamaah haji, angka anggaran Rp1,77 triliun dibebankan ke APBN dengan demikian tak ada dampak ke peserta jemaah haji," papar Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu 8 April 2026.

Ia menjelaskan, anggaran tersebut digunakan untuk menutup selisih biaya akibat kenaikan energi bagi sekitar 220 ribu jemaah haji.

Sebelumnya, pengumuman penurunan biaya haji Rp2 juta tahun ini disampaikan Presiden Prabowo Subianto.

"Kita pastikan biaya haji 2026 kita turunkan harganya sekitar Rp2 juta,” ujar Prabowo dalam rapat kerja Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi bukti keberpihakan pemerintah kepada rakyat, meskipun terdapat tekanan biaya operasional akibat kenaikan harga bahan bakar pesawat.

“Meskipun harga avtur naik, kita berani turunkan harga (biaya) haji, ini komitmen pemerintah untuk melindungi rakyat paling bawah,” tegasnya.


Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Moreno Soeprapto, Potret Etika Buruk Wakil Rakyat

Senin, 21 September 2026 | 06:25

Suara Rakyat Jangan Dimubazirkan

Senin, 21 September 2026 | 06:05

Ketika Pakar Saking Pintarnya Jadi “Goblok”

Senin, 21 September 2026 | 05:44

Masa Depan Pelabuhan Indonesia antara Peluang dan Tantangan

Senin, 21 September 2026 | 05:13

Serangan Babi Hutan Persoalan Serius bagi Petani

Senin, 21 September 2026 | 05:00

Merapi Empat Kali Luncurkan Lava Pijar dalam 6 Jam

Senin, 21 September 2026 | 04:39

Pramono Lagi Menempatkan Jakarta dalam Peta Persaingan Kota Global

Senin, 21 September 2026 | 04:23

Membaca Berhadiah Koin

Senin, 21 September 2026 | 04:02

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh 8 Februari 2027

Senin, 21 September 2026 | 03:06

Selengkapnya