Berita

Anggota Komisi I DPR Okta Kumala Dewi. (Foto: Dokumentasi Fraksi PAN)

Politik

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

RABU, 08 APRIL 2026 | 19:50 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Polemik implementasi Indonesia Game Rating System (IGRS) terkait ketidaksesuaian klasifikasi usia pada sejumlah video game online di platform digital, disorot Anggota Komisi I DPR Fraksi PAN, Okta Kumala Dewi.

Okta menegaskan bahwa pada dasarnya, kebijakan penerapan sistem rating game merupakan langkah yang positif dan memiliki tujuan yang jelas, yakni sebagai panduan bagi masyarakat dalam memilih konten game yang sesuai dengan usia.

“IGRS pada prinsipnya adalah kebijakan yang baik. Sistem ini penting untuk membantu orang tua dan keluarga dalam memastikan anak-anak mengakses game yang sesuai dengan usia dan tahap perkembangan mereka,” ujar Okta kepada wartawan di Jakarta, Rabu, 8 April 2026.


Namun begitu, Okta menyayangkan adanya berbagai ketidaksesuaian dalam penerapan rating usia yang justru memicu kebingungan. Beberapa game diketahui memiliki klasifikasi yang tidak relevan, sehingga menimbulkan keresahan di komunitas.

“Kita melihat adanya ketidaktepatan dalam pemberian rating usia pada sejumlah game di platform seperti Steam. Hal ini tentu menimbulkan kegaduhan dan berpotensi menyesatkan pengguna,” tegasnya.

Menurut Okta, kondisi ini harus menjadi bahan evaluasi serius bagi seluruh pihak terkait. Ia menekankan pentingnya pembenahan sistem agar implementasi IGRS benar-benar akurat dan dapat dipercaya.

“Kesalahan dalam sistem rating ini harus dievaluasi. Jangan sampai kebijakan yang niatnya melindungi justru menimbulkan keresahan di masyarakat,” kata Legislator PAN ini.

Lebih jauh, Okta mendorong agar pemerintah dan pemangku kepentingan melibatkan komunitas gim dalam proses pengembangan dan implementasi IGRS. Ia menilai komunitas memiliki pemahaman yang kuat terhadap ekosistem gim dan dapat memberikan masukan yang konstruktif.

“Keterlibatan komunitas gamers sangat penting agar kebijakan ini tepat sasaran. Dengan partisipasi mereka, sistem rating bisa lebih akurat dan sesuai dengan realitas di lapangan,” jelas Okta.

Selain itu, ia juga melihat bahwa industri game online di Indonesia memiliki potensi yang sangat besar, terutama di kalangan generasi muda. Oleh karena itu, regulasi yang diterapkan harus mampu menjaga keseimbangan antara perlindungan dan pertumbuhan industri.

“Industri game online kita memiliki potensi besar untuk berkembang. Jangan sampai implementasi aturan yang kurang tepat justru menghambat potensi tersebut. Regulasi harus mendukung pertumbuhan, sekaligus tetap memberikan batasan usia yang jelas sebagai pedoman bagi orang tua,” ujarnya.

Okta menegaskan bahwa sistem rating seperti IGRS tetap diperlukan, namun harus dijalankan secara tepat, transparan, dan tidak menimbulkan kebingungan publik.

“Kita ingin IGRS benar-benar menjadi panduan yang bermanfaat, bukan sumber polemik. Dengan perbaikan sistem dan kolaborasi semua pihak, saya yakin tujuan awal kebijakan ini bisa tercapai,” pungkasnya.


Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

UPDATE

Prabowo Tetap Hadiri Peluncuran Buku Bahlil Meski Sedang Flu

Jumat, 07 Agustus 2026 | 16:26

KPK Panggil Pengelola Wisma Atlet Buntut Kasus Korupsi Bea Cukai

Jumat, 07 Agustus 2026 | 16:23

Sudaryono Diyakini Mampu Benahi Tata Kelola Program MBG

Jumat, 07 Agustus 2026 | 16:20

Jangan Cepat Puas, Pengangguran Turun tapi Kualitas Pekerjaan Masih jadi PR

Jumat, 07 Agustus 2026 | 16:14

KPK Panggil Petinggi PAN Rejang Lebong di Pengembangan Kasus Bengkulu

Jumat, 07 Agustus 2026 | 16:04

Belum Ada Rencana Reshuffle, Istana Utamakan Isi Jabatan yang Kosong

Jumat, 07 Agustus 2026 | 15:54

BPK: Opini WTP Bukan Tujuan Akhir, Tata Kelola Harus Terus Diperkuat

Jumat, 07 Agustus 2026 | 15:42

Spoiler One Piece Chapter 1190: Duel Gaban vs Imu Memanas

Jumat, 07 Agustus 2026 | 15:22

Istana Benarkan Destry Damayanti Masuk Bursa Gubernur BI

Jumat, 07 Agustus 2026 | 15:17

Daftar Harga Pertamax Terbaru di SPBU Pertamina Seluruh Indonesia

Jumat, 07 Agustus 2026 | 15:03

Selengkapnya