Berita

Ilustrasi (Imagined by Babbe)

Bisnis

Wall Street Gelisah Pantau Langkah Trump Selanjutnya

RABU, 08 APRIL 2026 | 07:55 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar saham Amerika Serikat ditutup bervariasi di tengah tanda-tanda kemajuan diplomatik menjelang tenggat waktu yang ditetapkan Presiden Donald Trump kepada Iran terkait pembukaan Selat Hormuz.

Pada akhir perdagangan, indeks utama berhasil bangkit dari pelemahan di awal sesi. Hal ini dipicu oleh pernyataan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, yang menyebut upaya diplomatik untuk meredakan konflik di Timur Tengah berjalan stabil. Ia juga mendesak agar tenggat waktu diperpanjang dua minggu sebagai langkah menuju solusi damai.

Dikutip dari Reuters, Rabu 8 April 2026, pada sesi penutupan indeks Dow Jones Industrial Average turun tipis 0,18 persen ke 46.584,46. Sementara S&P 500 naik 0,08 persen ke 6.616,85 dan Nasdaq Composite menguat 0,10 persen ke 22.017,85. Kenaikan ini menandai penguatan selama lima hari berturut-turut untuk S&P 500 dan Nasdaq.


Sentimen pasar masih dipengaruhi ketidakpastian arah kebijakan Trump terhadap Iran. Seorang analis pasar menyatakan bahwa investor masih mencoba membaca langkah selanjutnya dari Gedung Putih.

“Investor sedang mencoba memahami mana yang sekadar retorika dan mana yang benar-benar akan diwujudkan dalam kebijakan,” ujar Matthew Keator dari Keator Group.

Di sisi lain, konflik yang memanas membuat Iran belum membuka kembali jalur penting Selat Hormuz, meskipun ada ancaman dari AS. Ketegangan ini telah mendorong lonjakan harga minyak sejak akhir Februari, ketika AS dan Israel menyatakan perang terhadap Iran. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran inflasi dan mengurangi harapan pemangkasan suku bunga oleh bank sentral AS.

Dari sisi ekonomi, data terbaru menunjukkan pesanan barang tahan lama di AS turun lebih besar dari perkiraan pada Februari, sebelum konflik pecah. Investor kini menanti rilis data inflasi (CPI) yang akan memberikan gambaran dampak perang terhadap harga-harga.

Secara sektoral, saham layanan komunikasi mencatat kenaikan terbesar, sementara sektor kebutuhan pokok menjadi yang paling tertinggal. Saham transportasi dan semikonduktor termasuk yang berkinerja terbaik.

Populer

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Usai DPR, Guru Besar IPB Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut

Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:24

HLN ke-81: PLN Perkuat Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:47

IKA FH Undip Gelar Konsolidasi, Ini yang Dibahas

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:55

Tolak Usul Luhut, PKS Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:25

Telkom Perkuat Transparansi Ekosistem Pengadaan Digital Nasional Lewat SPSE V5

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:57

Konser Andrea Bocelli Turut Serukan Solidaritas Palestina Tuai Apresiasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:28

Menanti Negarawan di Tengah Oase Pragmatisme

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:55

InfraNexia Perkuat Kesiapan Infrastruktur Dukung Pertumbuhan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:25

Revitalisasi Intisab Siapkan Kepemimpinan Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:59

Kemerdekaan yang Belum Selesai: Dari Cita-Cita 1945 ke Amarah Gen Z

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:30

Selengkapnya