Berita

Logo Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Foto: RMOL/Jamaludin)

Nusantara

KPK Perlu Hati-hati Tangani Kasus Cukai agar Tak Mematikan Industri Rokok Rakyat

SELASA, 07 APRIL 2026 | 19:22 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

KPK perlu berhati-hati menangani dugaan korupsi pengurusan cukai di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai agar tidak berdampak negatif terhadap industri rokok rakyat.

Pengusaha rokok asal Madura, HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy mengatakan, penegakan hukum harus diarahkan untuk membersihkan praktik kotor, bukan memukul rata seluruh pelaku industri rokok rakyat.

“Penindakan terhadap dugaan korupsi di Bea Cukai harus kita dukung. Negara memang tidak boleh kalah oleh mafia cukai, mafia pita, atau permainan kotor yang merusak tata niaga,” ujar sosok yang akrab disapa Gus Lilur dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 7 April 2026.


Ia berharap KPK berhati-hati dalam menangani perkara tersebut agar tidak berdampak pada pelaku usaha rokok rakyat yang beroperasi secara legal.

“KPK perlu sangat teliti dan berpikir komprehensif agar penanganan kasus ini tidak berubah menjadi pukulan membabi buta terhadap industri rakyat yang legal dan sedang tumbuh, terutama di Madura,” tegasnya.

Menurut Gus Lilur, industri rokok rakyat di daerah penghasil tembakau tidak bisa disamaratakan dengan pelaku penyimpangan yang memanfaatkan celah korupsi.

Banyak pelaku usaha kecil dan menengah di sektor rokok justru sedang berusaha masuk ke jalur legal dengan memenuhi kewajiban cukai di tengah tekanan biaya dan persaingan pasar.

“Jangan sampai ada generalisasi. Karena ada kasus besar di level pengurusan cukai, lalu semua pelaku usaha rokok rakyat diperlakukan seolah-olah bagian dari masalah. Itu tidak adil,” katanya.

Gus Lilur juga mengingatkan bahwa industri rokok rakyat tidak hanya berkaitan dengan pabrik, tetapi juga menyangkut nasib petani tembakau, buruh linting, pekerja distribusi, hingga pedagang kecil.

“Kalau penanganannya tidak cermat, yang terpukul bukan hanya pemilik usaha. Petani tembakau, buruh, dan keluarga-keluarga kecil yang menggantungkan hidup pada sektor ini juga akan terdampak,” ujarnya.

Karena itu, ia berharap pengusutan kasus ini dapat menjadi momentum untuk membenahi sistem tata kelola cukai sekaligus memperkuat jalur legal bagi industri rokok rakyat.

“Jangan sampai yang kuat lolos, yang kecil tumbang. Yang selama ini bermain di celah kekuasaan aman, sementara industri rakyat yang baru belajar legal justru kolaps,” pungkasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

UPDATE

Persib Naik Peringkat Usai Tahan Imbang Dewa United

Senin, 12 Oktober 2026 | 02:20

Menata Kembali Pendidikan Kita

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:58

Koperasi di Bima Sukses Produksi Garam Merah Putih

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:35

Golkar Perkenalkan Sistem Dapil Nasional, Begini Penjelasannya

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:15

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Paradoks Kebijakan Pertahanan Negara

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:48

Baintelkam Polri Alami Perombakan di Era Suyudi

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:20

Taruna Merah Putih Gelar Taman Talks Kupas Masa Depan Kerja di Era AI

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:45

Polemik Revitalisasi Taman Coatesville, Warga Protes Bangunan 480 Meter Persegi

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:33

Pangandaran Run 2026 Rajut Kebersamaan TNI dan Rakyat

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:18

Manggala Agni Turun Tangan Padamkan Karhutla yang Mendekati Permukiman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:07

Selengkapnya