Berita

Presiden AS Donald Trump (Foto: CNBC)

Dunia

Trump Tak Takut Lakukan Kejahatan Perang di Iran

SELASA, 07 APRIL 2026 | 18:43 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengancam akan menyerang berbagai infrastruktur sipil di Iran, mulai dari pembangkit listrik, jembatan, hingga fasilitas energi lainnya jika Teheran tidak memenuhi tenggat waktu yang ia tetapkan.

Ia bahkan secara terbuka menyatakan tidak memiliki kekhawatiran sedikit pun jika langkahnya berujung pada kejahatan perang dalam konflik dengan Iran.

“Aku tidak khawatir soal itu. Kau tahu kejahatan perang? Kejahatan perang adalah membiarkan Iran memiliki senjata nuklir," ujarnya, seperti dikutip dari Associated Press, Selasa, 7 April 2026. 


Tak hanya itu, Trump juga melontarkan pernyataan keras dengan menyebut para pemimpin Iran binatang serta menuding mereka bertanggung jawab atas kematian puluhan ribu demonstran.

Dalam kesempatan yang sama, Trump bahkan mengungkapkan keinginannya untuk menguasai sumber daya minyak Iran. 

“Saya akan menyimpan minyak itu, dan saya akan menghasilkan banyak uang,” kata Trump.

Ancaman Trump ini langsung memicu gelombang kritik dari kalangan politisi Amerika Serikat. 

Politisi Demokrat, Yassamin Ansari, menilai langkah tersebut sebagai eskalasi perang ilegal yang berpotensi mengarah pada kejahatan perang besar. 

Ia juga menuding Menteri Pertahanan Pete Hegseth ikut terlibat dan berencana mengajukan pemakzulan.

"Saya telah menyerukan Amandemen ke-25 dan mengajukan Pasal-Pasal Pemakzulan terhadap Hegseth,” tegasnya.

Kritik serupa disampaikan sejumlah tokoh lain, termasuk Chuck Schumer yang menilai ancaman Trump dapat mengasingkan sekutu, serta Chris Murphy yang menyebut pernyataan tersebut benar-benar tidak waras.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Pramono Klaim 96 Persen Warga Ingin CFD Rasuna Said Berlanjut

Minggu, 07 Juni 2026 | 10:20

Garuda Institute Minta BGN Utamakan Kualitas daripada Kuantitas

Minggu, 07 Juni 2026 | 10:12

Balas Serangan AS, Iran Gempur Pangkalan Bahrain dan Kuwait

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:58

Ditjenpas Benahi Overkapasitas dan Tingkatkan Keamanan Lapas

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:54

Paus Leo XIV Sebut Perang AS-Iran Tidak Adil

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:11

Bukan Sekadar Ganti Pejabat, Reshuffle Kabinet Harus Pulihkan Ekonomi

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:00

Bupati Pati Sudewo Ditahan di Rutan Semarang Jelang Sidang Dua Perkara

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:56

Suhud Alynudin Akan Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Senin Besok

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:27

Koperasi Didorong Masuk Ekosistem Industri Gula

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:02

Gus Salam Serap Aspirasi Nahdliyin Sulsel Jelang Muktamar NU

Minggu, 07 Juni 2026 | 07:52

Selengkapnya