Berita

Ilustrasi (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube Wion)

Dunia

Memanas di Timur Tengah, Afrika di Ambang Krisis Biaya Hidup

SELASA, 07 APRIL 2026 | 11:30 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Eskalasi konflik di Timur Tengah kini menebar ancaman nyata bagi stabilitas ekonomi Afrika. 

Laporan terbaru dari Uni Afrika (AU), Komisi Ekonomi PBB untuk Afrika (ECA), dan Bank Dunia memperingatkan bahwa benua tersebut kini berada di ambang lonjakan biaya hidup yang drastis.

Laporan tersebut mengungkapkan bahwa gangguan pada jalur pelayaran global, serta pasokan energi dan pupuk, dapat memperburuk tekanan ekonomi yang sudah ada di kawasan Afrika. Situasi ini semakin kompleks karena banyak negara Afrika bergantung pada impor dari Timur Tengah.


"Konflik yang telah memicu guncangan perdagangan ini dapat dengan cepat berubah menjadi krisis biaya hidup di seluruh Afrika melalui kenaikan harga bahan bakar dan pangan, meningkatnya biaya pengiriman dan asuransi, tekanan nilai tukar, dan kondisi fiskal yang lebih ketat," menurut laporan tersebut, dikutip dari RT, Selasa 7 April 2026.

Salah satu faktor utama adalah terganggunya jalur strategis seperti Selat Hormuz, yang hingga awal saat ini masih sebagian terblokir akibat serangan udara Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran sejak akhir Februari. Kondisi ini berdampak langsung pada distribusi energi global.

Gangguan pasokan gas alam cair (LNG) juga dinilai sangat berisiko. Bukan hanya menaikkan harga bahan bakar, tetapi juga memengaruhi produksi pupuk seperti amonia dan urea. Akibatnya, biaya pertanian meningkat dan pasokan pangan bisa terganggu, terutama pada musim tanam penting antara Maret hingga Mei.

Jika konflik berlangsung lebih dari enam bulan, pertumbuhan ekonomi Afrika diperkirakan akan terpangkas sekitar 0,2 persen pada akhir 2026. Hal ini cukup signifikan mengingat Timur Tengah menyumbang sekitar 15,8 persen impor dan 10,9 persen ekspor Afrika.

Meski demikian, beberapa negara berpotensi mendapat keuntungan terbatas. Nigeria, misalnya, bisa diuntungkan dari kenaikan harga minyak dan peningkatan ekspor dari Kilang Dangote. Sementara itu, Mozambik berpeluang meningkatkan aktivitas ekspor LNG.

Selain itu, perubahan rute pelayaran global, yang kini banyak dialihkan melewati Tanjung Harapan, dapat meningkatkan aktivitas pelabuhan di Afrika Selatan, Namibia, dan Mauritius. Kenya juga berpotensi memperkuat posisinya sebagai pusat logistik di Afrika Timur, sementara Ethiopia dapat memanfaatkan perannya sebagai jalur transportasi udara darurat melalui Ethiopian Airlines.

Di sisi lain, pemerintah Afrika Selatan telah mengambil langkah mitigasi dengan memangkas sementara pajak bahan bakar. Kebijakan ini berlaku dari 1 April hingga 5 Mei, dengan penurunan sebesar R3 (sekitar 0,16 Dolar AS) per liter untuk membantu menahan lonjakan harga bensin dan solar.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

Pergantian Panglima TNI, Kapolri, dan Jaksa Agung Jadi Ujian Kekuatan Prabowo

Senin, 03 Agustus 2026 | 18:10

UPDATE

Usulan PPPK Jadi ASN Pusat Sejalan dengan Komitmen Prabowo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:24

Emas Antam Terbang Rp20.000, Tembus Rp2,71 Juta per Gram Pagi Ini

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:23

Komisi III DPR Minta Penyebar Hoaks Kerusuhan Berbayar Diberantas

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:13

Bukan Cuma Hapus Konten, Penyebar Hoax Harus Diproses Hukum

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:07

Produk Newport Panen Kecaman, Promosi Tukar Hafal Ayat Suci dengan Miras

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:06

Puluhan Ribu Warga Padati Tunas Bumi Fest 2026 di Wonosobo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:05

Disambut Sholawat, Gus Yaqut Siap Hadapi Sidang Dakwaan Korupsi Kuota Haji

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:56

Pemulihan Ekosistem Harus Dilakukan Secara Serentak

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:54

Trump Media Tekor 238 Juta Dolar AS, Saham Ambruk 8 Persen

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:53

Ruang Amal Indonesia Siapkan 50 Warga Kurang Mampu Tembus Industri Tekstil

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:49

Selengkapnya