Berita

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla di kediamannya di Jakarta Pusat. (Foto: Tangkapan layar SCTV)

Politik

Jusuf Kalla Lagi Bantu Prabowo soal Ekonomi, Bukan Cawe-cawe Ijazah Jokowi

SENIN, 06 APRIL 2026 | 00:04 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) mengaku sedang membantu Presiden Prabowo Subianto menyerap aspirasi dari akademisi soal isu ekonomi.

Penegasan tersebut disampaikan JK saat membantah tudingan yang menyebut dirinya mendanai Roy Suryo dan sejumlah pihak untuk mempersoalkan ijazah mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di kediaman pribadinya di Jakarta Pusat, Minggu 5 April 2026.

JK menyatakan, pertemuan dengan sejumlah akademisi pada bulan Ramadan 1447 H lalu sama sekali tak membahas soal isu ijazah Jokowi.


Sehingga, menurutnya, tak bisa dikaitkan dengan pernyataan Rismon yang menyebut dirinya mengeluarkan dana hingga Rp5 miliar untuk Roy Suryo menggugat ijazah Jokowi.

"Sama sekali tidak ada apa (membahas isu ijazah Jokowi dalam pembicaraan itu. Ini kan terbuka kan pembicaraan itu. Ada sebagian (wartawan) hadir kan? Ya di situ. Terbuka sama sekali. Itu hanya saran untuk kebijakan. Dan itu untuk Bapak Presiden (Prabowo)," ujar JK.

Dalam pertemuan itu, politisi Partai Golkar itu memastikan tak ada orang partai politik (parpol) manapun, dan telah diambil kesimpulan-kesimpulan dari beberapa isu kebangsaan yang akan diserahkan kepada Presiden Prabowo, bahkan bukan hanya soal ekonomi.

"Sudah berapa halaman ini, lima-enam halaman. Mengenai ekonomi, mengenai diplomasi, mengenai pemerintah daerah, mengenai sistem pemerintahan, keadaan sekarang, itu semua dalam saran untuk Bapak Presiden," urainya.

JK menegaskan, posisinya kini sebagai warga negara dalam sebuah negara yang menganut demokrasi wajib 
menyampaikan aspirasi bersama dengan para akademisi yang hadir dalam pertemuan tersebut.

Apalagi, katanya, berdasarkan pengalamannya selama 20 tahun di pemerintahan, dan juga ada akademisi yang pernah menjabat sebagai duta besar (dubes) juga menteri, telah memberikan saran-saran yang perbaikan untuk pemerintahan Presiden Prabowo dalam menghadapi situasi yang kritis sekarang ini.

?"Jadi ini terbuka dan memang niatnya untuk memberikan saran. Bukan niatnya untuk seperti ingin menjatuhkan atau apa, ndak sama sekali," kata JK.

"Ini hanya diberikan kepada dua orang. Dan yang kedua itu saya berikan kepada Pak Menko Perekonomian (Airlangga Hartarto)  karena ini juga menyangkut masalah ekonomi," sambung JK.

Oleh karena itu, Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) itu menegaskan yang dilakukannya saat ini tengah membantu pemerintahan untuk terhindar dari dampak krisis global, yang disebabkan oleh perang Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.

?"Karena apabila negara ini sulit, semua kena. Karena itu supaya tidak kena  maka diberikan saran bagaimana pendapat para ekonom, para praktisi, para profesional, dan itulah yang sebenarnya ingin disampaikan," tandas JK.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya