Berita

Jurubicara KPK, Budi Prasetyo (RMOL/Jamaludin Akmal)

Hukum

KPK Perluas Penyidikan Kasus Kuota Haji, PIHK Bakal Diperiksa Maraton

JUMAT, 03 APRIL 2026 | 13:42 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai mengintensifkan pemeriksaan saksi dalam kasus dugaan korupsi kuota haji 2023–2024. Fokus penyidikan kini mengarah pada para Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) yang diduga terlibat dalam pengaturan kuota.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyatakan bahwa pemeriksaan terhadap PIHK akan dilakukan secara maraton dalam waktu dekat.

“Penyidik minggu depan akan mulai melakukan pemeriksaan maraton terhadap sejumlah saksi, di antaranya para PIHK. Pemeriksaan dilakukan di Jakarta maupun di beberapa daerah, menyesuaikan lokasi para pihak,” ujar Budi di Jakarta, Jumat, 3 April 2026.


Pemeriksaan tidak hanya terpusat di Gedung Merah Putih KPK, tetapi juga dilakukan langsung di berbagai daerah untuk mempercepat proses penyidikan.

KPK pun mengimbau seluruh pihak yang dipanggil agar kooperatif dan memenuhi panggilan penyidik.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan beberapa tersangka, di antaranya mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas. Kemudian mantan staf khusus Menag, Ishfah Abidal Aziz (Gus Alex). 

Lalu Direktur Operasional PT Maktour, Ismail Adham dan Komisaris PT Raudah Eksati Utama, Asrul Azis Taba

Selain itu, sejumlah pihak lain juga turut diperiksa dalam pengembangan perkara.

Kasus ini bermula dari kebijakan pengelolaan kuota tambahan haji yang diduga sarat penyimpangan.

Pada 2023, tambahan 8.000 kuota haji awalnya dialokasikan seluruhnya untuk jemaah reguler. Namun, kebijakan berubah melalui keputusan menteri yang membagi kuota menjadi 7.360 reguler dan 640 khusus.

Pada 2024, pola serupa kembali terjadi. Dari tambahan 20.000 kuota, pembagian diubah menjadi 50:50 antara reguler dan khusus. Akibatnya, sekitar 8.400 kuota reguler diduga dialihkan ke jalur khusus.

Penyidik menemukan adanya dugaan praktik percepatan keberangkatan (T0 dan TX) yang melanggar antrean nasional. Dalam skema ini, PIHK diduga diminta membayar fee antara 2.000 hingga 5.000 dolar AS per jemaah.

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memperkirakan praktik ini berpotensi merugikan negara hingga Rp622 miliar.

Sejumlah tersangka dari pihak swasta juga diduga memberikan uang kepada pejabat terkait untuk memperoleh tambahan kuota. Dari praktik tersebut, perusahaan-perusahaan yang terafiliasi diduga meraup keuntungan puluhan miliar Rupiah.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya