Berita

Harga bahan bakar minyak di Australia melonjak. (Foto: Anadolu Agency)

Dunia

Krisis Energi Makin Akut, Puluhan Negara Kompak Ikat Pinggang

KAMIS, 02 APRIL 2026 | 20:56 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Sejumlah negara di berbagai kawasan dunia mulai memperketat kebijakan penghematan energi untuk menekan konsumsi di tengah lonjakan harga akibat krisis pasokan global.

Langkah tersebut ditempuh setelah gangguan distribusi energi yang dipicu konflik di Timur Tengah membuat harga minyak dan gas melonjak tajam.

Berdasarkan laporan Energy Crisis Policy Response Tracker dari International Energy Agency (IEA), banyak pemerintah menerapkan kebijakan penghematan sekaligus melindungi masyarakat melalui subsidi, pemotongan pajak, hingga pengendalian harga energi.


Gangguan pasokan di Selat Hormuz sempat membuat harga minyak Brent melonjak hampir 50 persen dibanding sebelum konflik. Selat strategis yang menyalurkan sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia itu sempat dibatasi sebelum akhirnya kembali dibuka secara terbatas.

Dikutip dari Anadolu Agency, Kamis, 2 April 2026, lonjakan harga juga terjadi pada gas alam global sehingga mendorong negara-negara mempercepat kebijakan pengurangan konsumsi energi.

Di Asia, negara yang bergantung pada impor minyak dan gas dari Timur Tengah bergerak lebih cepat. China menerapkan batas harga sementara untuk produk BBM, sementara Bangladesh membatasi suhu pendingin ruangan di gedung publik serta menutup sementara sejumlah kampus.

Indonesia menerapkan kebijakan kerja jarak jauh satu hari per minggu bagi aparatur sipil negara, membatasi perjalanan dinas, serta memperkuat program penghematan energi di gedung pemerintah.

Kemudian di India, penggunaan gas alam untuk industri serta LPG komersial dibatasi. Sementara Korea Selatan menerapkan pembatasan penggunaan kendaraan dinas mingguan serta menyiapkan pembatasan kendaraan pribadi jika harga minyak mencapai 120–130 Dolar AS per barel.

Filipina bahkan menetapkan status darurat nasional dengan menerapkan empat hari kerja bagi pegawai pemerintah dan memperluas transportasi umum gratis di beberapa kota.

Langkah serupa juga terjadi di Eropa. Jerman, Prancis, hingga Spanyol mengeluarkan berbagai insentif seperti pemotongan pajak bahan bakar, bantuan bagi sektor transportasi dan pertanian, serta dukungan investasi energi terbarukan.

Komisi Uni Eropa juga mendorong negara anggota mengurangi penggunaan kendaraan dan penerbangan serta memperluas kebijakan kerja jarak jauh.

Sejak konflik meletus, harga gas di Uni Eropa tercatat melonjak sekitar 70 persen, sementara harga minyak naik sekitar 60 persen. Kenaikan ini menambah beban impor bahan bakar fosil kawasan tersebut hingga 14 miliar Euro.

Di kawasan lain, berbagai kebijakan serupa juga diberlakukan. Brasil menurunkan pajak diesel, Chile membekukan harga minyak tanah, sementara Australia memangkas pajak gas dan membatasi margin keuntungan SPBU guna meredam lonjakan harga energi.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya