Berita

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Facebook Prabowo)

Politik

Awas Penunggang Gelap Gelar Operasi Senyap Jatuhkan Prabowo Lewat Kasus Aktivis KontraS

KAMIS, 02 APRIL 2026 | 13:33 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Dicurigai ada indikasi kuat kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, telah ditarik ke dalam pusaran kepentingan politik yang lebih luas, bahkan diduga menjadi alat untuk menyerang Presiden Prabowo Subianto.

Demikian pandangan pengamat intelijen dan geopolitik, Amir Hamzah dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis 2 April 2026.

Dalam analisanya, Amir menyebut bahwa sejak awal kasus ini mencuat, telah terlihat pola penggiringan opini di ruang publik, khususnya di media sosial. Narasi yang berkembang dinilai tidak sepenuhnya organik, melainkan terstruktur dan masif.


“Media sosial bergerak sangat cepat mengaitkan peristiwa ini dengan Presiden. Ini bukan sekadar reaksi spontan, melainkan ada indikasi operasi opini,” kata Amir.

Amir menjelaskan bahwa dalam praktik intelijen modern, penggiringan opini publik kerap dilakukan melalui apa yang disebut sebagai information operation -- yakni upaya sistematis untuk membentuk persepsi publik terhadap suatu tokoh atau peristiwa.

Lebih lanjut, Amir mengungkap adanya laporan mengenai teror yang diterima sejumlah aktivis mahasiswa, termasuk dari organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Teror tersebut berupa pesan WhatsApp misterius yang muncul menjelang diskusi terkait kasus Andrie Yunus.

Menurutnya, fenomena ini patut dicermati karena dapat menjadi bagian dari strategi untuk membangun narasi bahwa situasi negara sedang tidak aman atau represif.

“Ketika ada teror kepada mahasiswa yang hendak berdiskusi, lalu narasi yang dibangun adalah negara menekan kebebasan, ini bisa jadi skenario yang dirancang untuk delegitimasi kekuasaan,” kata Amir.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya