Berita

Anies Baswedan menyapa Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY saat acara halalbihalal di Cikeas. (Foto: Dok. Instagram Merry Riana)

Publika

Tak Benar Anies Asal Nyelonong ke Cikeas

KAMIS, 02 APRIL 2026 | 12:37 WIB

SYARIEF HASAN, Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat, menjelaskan seputar kedatangan Anies Baswedan ke Cikeas bertemu Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat acara Halalbihalal Partai Demokrat kemarin, di Podcast Gaspol Kompas.com, baru-baru ini.

Biasanya kalau Syarief Hasan sudah turun gunung, itu mewakili suara SBY, tidak lagi secara umum, tapi sudah secara khusus. 

Apa yang sebetulnya terjadi seputar kedatangan Anies Baswedan ke Cikeas, maka dengarkanlah penjelasan Syarief Hasan itu.


Syarief Hasan membantah bahwa Anies Baswedan tidak diundang seperti pernyataan Wasekjen Partai Demokrat, Renanda Bachtar, dan yang lainnya. 

Syarief Hasan setuju dengan kebanyakan pendukung Anies yang mengatakan silaturahmi tidak perlu ada undangan.

Tapi Syarief Hasan juga membantah bahwa Anies Baswedan disambut meriah dalam halalbihalal itu, bahkan sebelum kedatangannya. 

Syarief Hasan mengaku tak tahu persis ada pihak internal Partai Demokrat yang sebetulnya sengaja mengundang Anies. Jadi, tidak benar Anies nyelonong saja masuk tanpa permisi.

Syarief Hasan membandingkan antara apa yang dialami Partai Demokrat bersama Anies ketimbang upaya pembegalan Partai Demokrat dulu. 

Lebih menyakitkan upaya pembegalan ketimbang apa yang dialami bersama Anies. 

"Itu saja dimaafkan, masak Anies tak dimaafkan," kata Syarief Hasan.

Agaknya Partai Demokrat ingin memulai dari nol bersama Anies Baswedan menatap Pilpres 2029. 

Syarief Hasan juga mengambil contoh peristiwa Pilpres 2019, di mana Jokowi dan Prabowo berlawanan, lalu berubah menjadi kawan. Kenapa itu tak bisa dilakukan antara Anies dan Demokrat?

Tapi Syarief Hasan juga wanti-wanti mengatakan bahwa saat ini partainya mendukung Presiden Prabowo sampai tuntas dan belum terpikir apa-apa terkait Pilpres 2029, yang dinilainya masih jauh. 

Agaknya benar klarifikasi Anies tak diundang itu pesan buat mitra koalisi, agar tidak disalahartikan.

Jadi, kalau saya diminta mengurutkan mulai dari yang paling mustahil SBY atau Partai Demokrat berkoalisi, maka pertama saya taruh Megawati atau PDIP. 

Kedua, Jokowi atau PSI. Ketiga, Anies Baswedan atau Partai Gerakan Rakyat. Keempat, baru Prabowo atau Gerindra, yang saat ini menjadi petahana.

Artinya, kalau di balik, maka Prabowo atau Gerindra adalah prioritas. Kalau tak dapat posisi yang lebih menguntungkan, maka baru beralih ke Anies Baswedan, begitu seterusnya. 

Bisa jadi dalam pandangan politik SBY, Prabowo pada periode kedua belum tentu akan sekuat dirinya atau Jokowi dulunya.

Dalam sistem politik yang semakin cair, apa pun bisa terjadi ke depannya. Makanya hubungan yang baik dengan siapa pun akan sangat menguntungkan, bukan justru merugikan. 

Seribu kawan masih kurang, satu musuh sudah kebanyakan. Dan musuh dan kawan itu ditentukan oleh kepentingan yang lebih menguntungkan.

Erizal

Direktur ABC Riset & Consulting

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya